Sentimen Suku Bunga Masih Kuat, Mayoritas Bursa Asia Dibuka Melemah

Singapura, Beritasatu.com - Bursa Asia pada Jumat pagi (23/9/2022) masih merasakan dampak kenaikan suku bunga AS yang diikuti oleh bank-bank sentral di seluruh dunia.

Indeks komposit Shanghai naik 0,2%, Hang Seng Hong Kong turun 0,4%, Kospi Korea Selatan turun 0,97%, S&P/ASX 200 turun 1,59%.

S&P 500 turun 0,8% menjadi 3.757,99, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,4% menjadi 11.066,81. Dow Jones Industrial Average ditutup 107,10 poin lebih rendah, atau 0,3%, pada 30.076,68.

Dow turun sekitar 2,42% minggu ini, sedangkan S&P dan Nasdaq masing-masing telah jatuh 3% dan 3,3%. S&P dan Dow ditutup Kamis 2,5% dan 0,5% dari posisi terendah baru-baru ini.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah 3 Hari Berturut-turut

Singapura dan Malaysia dijadwalkan mengumumkan data inflasi terkini. Bank Indonesia kemarin menaikkan suku bunga 50 Bps menjadi 4,25%.

Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing pada hari Kamis untuk membeli yen untuk pertama kalinya sejak tahun 1998, dalam upaya untuk menopang mata uang yang terpukul setelah Bank of Japan memilh mempertahankan suku bunga yang rendah.

The Fed pada hari Rabu mempertahankan kebijakan agresifnya, memberlakukan kenaikan 75 basis poin ketiga kalinya dan memprediksi membawa suku bunga jangka pendek setinggi 4,4% pada akhir 2022. Bank sentral lain di seluruh dunia mengikuti jejak Fed, menerapkan kebijakan mereka sendiri yang cukup besar.

Bank of England menaikkan suku bunga dasar 50 Bps menjadi 2,25% dari 1,75% pada hari Kamis, lebih rendah dari kenaikan 75 Bps yang diharapkan oleh pasar.