IHSG Dibuka Melemah, Perbankan dan Komoditas Jadi Sektor Pilihan

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,24% ke 7.201,97 pada awal perdagangan hari ini, Jumat (23/9/2022).

Ada kejutan lain pada pertemuan BI terbaru, dengan kenaikan 50 Bps di 7DRRR menjadi 4,25%. Menurut BRI Danareksa Sekuritas, langkah seperti itu menandakan sikap frontloading untuk mengendalikan inflasi yang diharapkan, dan tidak mengindikasikan kenaikan suku bunga agresif lebih lanjut, terutama mengingat sifat inflasi. BI memperkirakan dampak keseluruhan akan meningkatkan inflasi sebesar 1,8-1,9%, dengan inflasi headline di atas 6% pada akhir tahun sebelum normal di semester kedua 2023. Kenaikan suku bunga, Triple Intervention dan Operation Twist adalah campuran kebijakan untuk menahan risiko pelemahan mata uang.

Berdasarkan 3 penilaian risiko utama BRIDS, komoditas termasuk dalam spektrum risiko rendah, sedangkan perbankan, konsumen staples dan tower & telcos ditempatkan dalam spektrum risiko rendah-menengah.

Baca Juga: IHSG Ditutup Naik ke 7.218, Kapitalisasi Pasar Rp 9.492 T

Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 0,38% ke kisaran 501,5, indeks LQ45 turun 0,37% ke kisaran 1.028,8, JII turun 0,37% ke 629.

Indeks komposit Shanghai naik 0,2%, Hang Seng Hong Kong turun 0,4%, Kospi Korea Selatan turun 0,97%, S&P/ASX 200 turun 1,59%.

S&P 500 turun 0,8% menjadi 3.757,99, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,4% menjadi 11.066,81. Dow Jones Industrial Average ditutup 107,10 poin lebih rendah, atau 0,3%, pada 30.076,68.