l PT KPB Pastikan Manajemen Lama Telah Diberhentikan | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

PT KPB Pastikan Manajemen Lama Telah Diberhentikan
Jumat, 12 April 2019 | 21:41

JAKARTA-PT Karya Putra Borneo, perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Samarinda, Kalimantan Timur, menegaskan bahwa manajemen lama perusahaan telah diberhentikan sesuai hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 4 Maret 2019 lalu.

 

Bahkan manajemen baru PT Karya Putra Borneo (KPB) telah melaporkan manajemen lama  atas nama Bharat Kumar dan kawan-kawan ke Kepolisian Negara Republik Indonesia, ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atas dugaan pemalsuan akta.

 

"Bahwa Manajemen lama telah diberhentikan sesuai RUPS Akta No.1 Tertanggal 4 Maret 2019, dibuat dan dihadapan Notaris R. Meliani Rahmawati, SH, M.KN (Notaris Kab.Serang) dan SK Menkumham RI No. AHU-0037340.AH.01.11.TAHUN 2019 (AKTA 1/2019)," jelas Dirut PT Karya Putra Borneo Iwan Tjahjadi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/4).

 

Iwan menjelaskan, persetujuan perubahan Direksi dan Komisaris Perseroan menjadi kewenangan mutlak Kementrian Hukum dan Ham RI Cq. Dirjen AHU Kemenkumham RI berdasarkan UU No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

 

"Notaris sudah melakukan RUPS sesuai prosedur Sistem Administrasi Hukum Umum Kemenkumham RI telah disetujui SK Menkumham RI No.AHU-0037340.AH.01.11.Tahun 2019 (Akta 1/2019), Tanggal 5 Maret 2019,"jelas Iwan.

 

Sesuai RUPS Akta No.1 Tertanggal 4 Maret 2019, dibuat dan dihadapan Notaris R. Meliani Rahmawati, SH, M.KN (Notaris Kab.Serang) dan SK Menkumham RI No. AHU-0037340.AH.01.11.Tahun 2019 (Akta 1/2019) Tanggal 5 Maret 2019, dengan susunan manjemen baru yakni Direktur Utama Iwan Tjahjadi, Direktur Aswad dan Aria Ramadhan, Komisaris Utama Ardiansyah Muchsin, Komisaris Fadly Amnar Yanto dan Syachrani Idjam HM.

 

Disebutkan pula bahwa berdasarkan Keputusan Makhamah Agung RI, Putusan Kasasi Perkara No.1332 K/PID/2017 Tertanggal 11 Januari 2018 yang sudah Inkracht (berkekuatan hukum tetap) Jo Putusan Banding No.93/PID/2017/PT.SMR Tertanggal 7 September 2017 Jo Putusan Pidana Pengadilan Samarinda No.233/PID.B/2016/PN.SMR Tertanggal 6 Oktober 2016, yang pada pokoknya menyatakan : Terdakwa Notaris Khairu Subhan, S.H. (Notaris Samarinda) telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Pemalsuan Surat Authentik” dan dihukum pidana penjara (Pemalsuan Akta: Berita Acara RUPS Para Pemegang Saham PT KPB Akta 51/2010, 5000 Lembar Saham Jo Akta 15/2011 penegasan Berita Acara RUPS para pemegang saham PT KPB, Direktur Utama Taufik Surya Darma).

 

Dia menambahkan bahwa pihaknya mengimbau dan mengigatkan kepada khalayak ramai untuk tidak berurusan dengan manajemen lama. " Dengan ini kami tidak bertanggung jawab terhadap vendor, supplier-supplier, perbankan, para buyer dan tidak melakukan perikatan apapun terhadap manajemen lama PT. Karya Putra borneo di bawah kepemimpinan Bharat Kumar Jain dan kawan-kawan,"jelas Iwan.




Kirim Komentar Anda


Data tidak tersedia.