l Mengubah Kebiasaan Menuju Gaya Hidup Sehat | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Maret 2019
BS logo

Mengubah Kebiasaan Menuju Gaya Hidup Sehat
Minggu, 10 Maret 2019 | 20:51

Meskipun terjadi peningkatan kepedulian terhadap gaya hidup sehat secara global, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) justru memperlihatkan bahwa 33,5% penduduk Indonesia belum cukup beraktivitas fisik, serta 95% masih kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Sulitnya mengubah kebiasaan menuju hidup yang lebih sehat menjadi kendala. Faktor penunjang dari luar diri berpengaruh besar. Sulitnya mengubah kebiasaan dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam diri maupun eksternal.

Secara internal, tubuh memiliki mekanisme inertia yang memberikan perlawanan terhadap perubahan. Bahkan meskipun peralihan yang positif, termasuk hidup lebih sehat. Inertia berperan mempertahankan keseimbangan kondisi tubuh atau homeostasis.

Ketika perubahan mulai berlangsung, tubuh menganggap terjadi gangguan homeostasis sehingga secara natural berupaya melawannya. Inertia dari sisi fisik bisa terdeteksi karena memicu perubahan fisiologis pada detak jantung, metabolisme, dan pernapasan.

Alvin Hartanto, lifestyle nutrition expert, menjelaskan, memulai kembali aktivitas fisik setelah lama kurang bergerak, serta pergantian pola makan menjadi faktor penyebab gangguan homeostatis, akibat terjadinya perubahan fisiologis pada detak jantung, metabolisme, juga pernapasan.

“Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab utama sulitnya tubuh untuk beradaptasi, ketika kita mulai menerapkan gaya hidup baru,” jelas Alvin di Jakarta, Kamis (1/3).

Sedangkan dari sisi psikologis manusia, pakar psikologi Vera Itabiliana memaparkan, manusia adalah creature of habit, atau mahluk yang terbentuk dari kebiasaan. Habit sendiri bisa terbentuk bila sebuah aksi dijalankan dengan rutin dan terus menerus. Ketika melakukan tindakan baru, psikis manusia melawannya karena tidak sesuai dengan kebiasaan yang telah tertanam. Itulah mengapa mempraktikkan kebiasaan baru, seperti memulai berolahraga atau mengonsumsi makanan sehat, cenderung berujung kegagalan.

“Sebab, psikis manusia sudah terpola dengan kebiasaan lama dan menolak rutinitas baru,” paparnya.

Untuk melawan inertia dan faktor psikologis, Vera menegaskan komitmen diri menjadi vital. Tak cukup itu, faktor penunjang eksternal juga krusial. Melakukan langkah-langkah kecil untuk memulai perubahan kebiasaan berdampak yang jauh lebih efektif, asalkan konsisten.

Untuk bisa menjalankannya, lingkungan di sekitar harus bisa mendukung dan memantik motivasi sehingga kebiasaan baru segera terbentuk.  Lingkungan tersebut tidak harus keluarga, pasangan atau teman, tetapi juga sumber daya yang lain seperti peralatan rumah tangga.

“Misalnya, dengan menggunakan peranti yang multifungsi, berteknologi mutakhir dan mudah digunakan, maka pekerjaan rumah tangga bisa cepat selesai sehingga ada waktu luang lebih banyak untuk berolahraga,” tambah Vera.

Senada, Alvin juga menyampaikan manfaat langkah kecil dalam penerapan kebiasaan baru yang lebih sehat. WHO merekomendasikan setiap individu untuk beraktivitas fisik minimal 150 menit dalam sepekan. Artinya kurang dari 30 menit per hari, tubuh sudah mendapatkan dampak kesehatan yang positif. Sementara, dari sisi asupan, untuk mengurangi konsumsi karbohidrat, gula dan lemak berlebih, bisa dimulai dengan mengonsumsi makanan yang dimasak sendiri di rumah.

“Nilai tambahnya, memulai kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat ternyata tidak perlu rumit dan memerlukan banyak biaya,” kata Alvin.

Ali Cagri Gonculer, country general manager Beko Indonesia, menambahkan, memulai kebiasaan baru merupakan fase yang sulit. Bagi Beko, menciptakan lingkungan pendukung yang dapat diandalkan menjadi spirit yang terus diusung guna memenuhi kebutuhan para pengguna.

Karenanya, Beko mengambil peran sebagai healthy living starter melalui jajaran solusi produk yang mengedepankan efisiensi waktu dan teknologi mutakhir yang mempermudah rutinitas harian.

“Harapan kami, hadirnya Beko bisa memantik motivasi dan merealisasikan tekad masyarakat Indonesia untuk segera beranjak menuju hidup yang lebih sehat,” ucap Gonculer. (iin)




Kirim Komentar Anda


Data tidak tersedia.