l 60% Milenial Belum Punya Perencanaan Keuangan | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

60% Milenial Belum Punya Perencanaan Keuangan
Oleh Nida Sahara | Jumat, 12 April 2019 | 14:07

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sondang Martha Samosir, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah, dan Moderator/Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Group Primus Dorimulu, saat acara Seminar Literasi
Keuangan, Goes To Campus dengan tema  Peningkatan Pemahaman Terhadap Jasa Keuangan, Perencanaan & Produk-produk Jasa Keuangan di Era Generasi Milenial di Universitas Paramadina Jakarta, Kamis (11/4/2019). Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sondang Martha Samosir, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah, dan Moderator/Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Group Primus Dorimulu, saat acara Seminar Literasi Keuangan, Goes To Campus dengan tema Peningkatan Pemahaman Terhadap Jasa Keuangan, Perencanaan & Produk-produk Jasa Keuangan di Era Generasi Milenial di Universitas Paramadina Jakarta, Kamis (11/4/2019). Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim

JAKARTA – Sekitar 60% penduduk usia milenial belum punya perencanaan keuangan (financial planning) yang baik. Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sejumlah strategi untuk bisa mencapai target inklusi keuangan 75% dan literasi keuangan 35% pada akhir tahun ini.

Salah satunya menggandeng sekolah dan universitas untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa. OJK menilai, milenial tanpa menabung, kurang keren.

Berdasarkan data Pricewaterhouse Coopers (PWC) tahun 2017, sekitar 60% generasi usia milenial belum punya perencanaan keuangan karena tingkat literasi keuangan di Indonesia pada 2016 masih rendah, yakni 29,7%.

"Pada tahun 2016 dari data BPS, usia muda dari 16-30 tahun ini sebanyak 60,34 juta jiwa atau satu per empat dari jumlah penduduk Indonesia. Sangat membanggakan jika milenial mengetahui dan memahami jasa keuangan. Jadi milenial tanpa menabung itu kurang keren," kata Executive Director Head of Financial Literacy and Inclusion Department OJK Sondang Martha Samosir pada acara “Literasi Keuangan Goes to Campus” di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (11/4).

Acara tersebut dipandu oleh Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu. Kegiatan Literasi Keuangan Goes to Campus dengan tema “Peningkatan Pemahaman terhadap Jasa Keuangan, Perencanaan dan Produk-produk Jasa Keuangan di Era Generasi Milenial” ini didukung oleh BNI, Sequis Life, Trimegah Securities, Panin Asset Management, LPS, KSEI, dan BRI.

Sondang juga menjelaskan, pada 2016 tingkat inklusi keuangan di Indonesia masih 67,8% sedangkan target tahun ini 75%. Strategi OJK untuk mencapai angka tersebut yakni selain dengan bekerja sama dengan universitas juga bekerja sama dengan industri keuangan untuk melakukan inklusi dan literasi kepada masyarakat, khususnya dengan anak muda atau milenial.

"Kami ada simpanan pelajar (SimPel) khusus untuk pelajar yang bekerja sama dengan Kemendikbud dan Kementerian Agama karena ada juga untuk madrasah," ucap Sondang. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/financialplanning/masyarakat-harus-melihat-2l-legal-dan-logis/187542




Kirim Komentar Anda


Data tidak tersedia.