l Bank Victoria Targetkan Kredit Tumbuh 14% | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Maret 2019
BS logo

Bank Victoria Targetkan Kredit Tumbuh 14%
Minggu, 10 Maret 2019 | 14:25

Customer service melayani nasabah di konter PT Bank Victoria International Tbk, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA Customer service melayani nasabah di konter PT Bank Victoria International Tbk, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA – PT Bank Victoria International Tbk tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 14% secara tahunan (year on year/ yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar 12-13% (yoy).

Direktur Utama Bank Victoria Ahmad Fajar mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut akan didorong dari segmen korporasi, kemudian baru segmen lainnya seperti komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM).

"Tahun ini masih 14%, sedikit di atas OJK yang 12-13%, dengan harapan kualitas lebih baik. Lebih tinggi karena mengejar tahun lalu, kredit korporasi masih mayoritas 30%, kemudian komersial 20%, SME 15%, kami ada juga multifinance 25%," jelas Fajar kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (5/3).

Tahun ini, perseroan akan meningkatkan komposisi kredit ke segmen UKM menjadi 20% dari total penyaluran kreditnya. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi aturan dari OJK. Sementara itu, dia menjelaskan, perseroan tidak fokus ke segmen konsumer.

Ini tercermin dari komposisi kredit konsumer hanya 5% dari total kredit perseroan. Menurut dia, hal tersebut karena apabila masuk ke segmen konsumer harus mencari developer dengan rekam jejak yang bagus supaya tidak berisiko.

"Konsumer kami baru, cuma 5% karena kami belum punya SDM dan memang belum ke arah konsumer. Karena kalau salah kerja sama dengan developer akan sulit, kami main yang aman-aman saja, seperti KTA, tahun depan mungkin baru kami pikirkan," jelas Fajar.

Fajar menegaskan, jika ingin masuk ke segmen konsumer, perseroan harus memiliki tiang pendukung yang kuat supaya bisa sustainable bisnisnya. Untuk itu, segmen korporasi masih menjadi tiang utama dari bisnis Bank Victoria. "Seperti Lippo Group, Sinarmas, Salim Group itu tiangnya dulu kami perkuat, baru nanti diisi dengan SME, komersial, karena komersial belum stabil, untuk jaga risiko tinggi, kita cari perusahaan dengan rating bagus," papar dia.

Di sisi lain, Fajar juga mengaku tahun ini akan ada penambahan modal dari pemilik (owner) eksisting dan Deutsche Investitions-und-Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG Jerman). Namun, pihaknya belum menyebut angka pasti suntikan modal tersebut. Selain itu, perseroan juga akan menambahkan modal kepada anak usaha syariahnya.

"Suntikan modal ada tapi belum ditentukan, yang pasti minimal itu Rp 100 miliar dari owner. Owner itu berarti DEG dan eksisting. Kemudian kami juga suntikan modal ke syariah sekitar Rp 50 miliar," papar Fajar. (nid)




Kirim Komentar Anda


Data tidak tersedia.