l Akulaku Gelar Karnaval Edukasi Keamanan Layanan Fintech | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Maret 2019
BS logo

Akulaku Gelar Karnaval Edukasi Keamanan Layanan Fintech
Rabu, 13 Maret 2019 | 20:28

JAKARTA- Akulaku, platform kredit online akan menggelar Karnaval Akulaku. Kegiatan yang berlangsung pada 16-17 Maret 2019 di jogging track area Bintaro Xchange Mall ini menyuguhkan berbagai aktivitas seperti food fest, live music, talk show, games, hingga penampilan dari bintang tamu.

Direktur Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia Anggie Setia Ariningsih mengatakan, acara ini bertujuan untuk mendukung kemajuan bisnis rekanan sekaligus menghadirkan platform agar mereka dapat menjangkau lebih banyak pelanggan lewat Akulaku.

“Diselenggarakannya Karnaval Akulaku ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam sosialisasi dan edukasi masyarakat akan keamanan dan kenyamanan menggunakan layanan finansial dari Akulaku,” kata Anggie di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Menurut Anggie, acara ini juga bertujuan meningkatkan literasi keuangan guna mewujudkan inklusi keuangan. Melalui acara tersebut, Akulaku mengumumkan sebuah gerakan terbaru yakni #AkuBisa. Dengan gerakan ini, Akulaku ikut menjadi pemberi peluang bagi pengguna untuk mendapatkan berbagai macam kesempatan baru dalam bisnis maupun kebutuhan pribadinya melalui layanan finansial online Akulaku.

Tak hanya Akulaku, perusahaan bidang peer to peer landing di bawah Akulaku, yakni AsetKu, juga berpartisipasi dalam acara tersebut. AsetKu bertujuan akan melakukan sosialisasi terkait fintech sekaligus meningkatkan literasi keuangan tentang cara bijak mengelola keuangan.

Salurkan Kredit Rp 9,8 Triliun

Di sisi lain, Akulaku mengklaim menjadi perusahaan kredit online terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini hadir sejak 2016. Anggie mengatakan, sepanjang 2018, Akulaku telah mencairkan kredit dengan nilai Rp 9,8 triliun kepada lebih dari 15 juta penggunanya.

“Sepanjang 2018 ini kami sudah mencairkan Rp 9,8 triliun dengan angka kredit macet (non-performance loan) di bawah 5%. Kami terus menekan NPL di bawah 5%,” ujar Anggie.

Dia menyebut, seiring dengan tren pinjaman online yang terus meningkat dari 2017 hingga 2018 dan 2019, perusahaan menargetkan angka kredit yang lebih tinggi di tahun 2019 ini. “Targetnya tahun ini ada peningkatan hingga 3 kali lipat untuk nilai kredit sementara jumlah pengguna 2-3 tiga kali lipat dibandingkan tahun 2018,” tambah Anggie. (man)




Kirim Komentar Anda