l Hutan Kita Energi Kita | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

Hutan Kita Energi Kita
Kamis, 23 Maret 2017 | 9:03

Dalam rangka menumbuhkan kesadaran publik tentang pentingnya keberadaan hutan dan pohon di luar kawasan hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan serangkaian kegiatan memperingati Hari Hutan Internasional (HHI) Tahun 2017, mulai 21 Maret sampai 26 Maret 2017.

 

Tema HHI tahun ini, “Hutan dan Energi”, memiliki makna fungsi hutan sebagai sumber energi pemanas, bahan bakar nabati cair, dan peneduh yang dapat mengurangi kebutuhan energi. Indonesia memiliki cukup banyak sumber energi terbarukan (renewable energy). Setidaknya terdapat delapan sumber energi terbarukan yang dapat kita manfaatkan, seperti biofuel, biomassa, panas bumi (geothermal), air, angin, matahari, gelombang laut dan pasang surut.

 

Dari sumber-sumber energi tersebut, semuanya terkait langsung dengan keberadaan hutan dan lingkungan hidup. Saat ini KLHK tengah mengkaji kawasan hutan produksi yang dapat digunakan sebagai areal hutan tanaman dengan jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber energi biofuel dan biomassa, di antaranya yaitu tanaman Sengon, Nyamplung, Akasia, Kaliandra, dan Kemiri.

 

Melalui peringatan HHI tahun 2017 ini, terdapat empat pesan yang ingin disampaikan, yaitu: pertama, hutan bisa menjadi sumber dari energi terbarukan. Dengan teknologi yang sesuai, energi dari kayu bersifat ramah lingkungan, berkelanjutan, dan secara ekonomis menguntungkan. Kedua, hutan sebagai sumber ekonomi hijau bagi masyarakat, karena kehutanan diproyeksikan memiliki peranan yang semakin penting di dalam perkembangan ekonomi perdesaan. Pesan yang ketiga yaitu bagaimana mengoptimalkan kehidupan di area perkotaan melalui kegiatan penanaman tanaman kayu di lingkungan perkotaan.

 

Dengan semakin banyaknya pohon ditanam di perkotaan dapat meningkatkan kesejukan, sehingga menghemat energi penggunaan air conditioner (AC). Pemanfaatan hasil dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan juga merupakan salah satu upaya mitigasi perubahan iklim. Hal ini menjadi pesan keempat sekaligus sebagai pemenuhan target negara Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan target peningkatan konsumsi energy terbarukan sebanyak 23% di tahun 2025.

 

Dengan dukungan United Nations Food and Agriculture Organization (FAO), Indonesia berusaha mewujudkan target-target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam peningkatan ketersediaan energi terbarukan di tahun 2030. Perwakilan FAO di Indonesia, Mark Smulders menyatakan,

 

 

”Sangat baik untuk diketahui bahwa hutan Indonesia telah berubah dari sumber energi utama menjadi sarana mitigasi perubahan iklim, tidak hanya bagi negara, tetapi untuk dunia pada umumnya. Hutan memiliki kapasitas yang luar biasa untuk menyerap dan menyimpan energi, sehingga pengelolaan hutan berkelanjutan, menjadi sangat penting.”

Mendukung pernyataan Mark Smulders, Menteri LH dan Kehutanan Siti Nurbaya juga menegaskan bahwa, “Hutan dan energi perlu kita promosikan bersama dan membutuhkan perhatian khusus, tidak sebatas oleh pemerintah, juga oleh seluruh komponen bangsa. Hutan dan energi adalah masa depan milik kita, untuk itu perlu kepedulian kita semua untuk menjaga lingkungan, hutan dan keanekaragaman hayatinya. Generasi muda ditantang untuk kreatif dan inovatif dalam menjaga hutan dan lingkungan.”

 

Djati Witjaksono Hadi

Kabiro Humas KLH



Kirim Komentar Anda