l Ixobox Makin Diminati Calon Investor | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Maret 2019
BS logo

Ixobox Makin Diminati Calon Investor
Jumat, 15 Maret 2019 | 14:51

JAKARTA – Founder & Managing Partner Ixobox, Danny Anthonius mengatakan, prospek bisnis gunting rambut makin menjanjikan. Sebab, bisnis gunting rambut merupakan bisnis kebutuhan dimana orang selalu gunting rambut secara berkala.

“Ternyata Ixobox bukan hanya diminati oleh para pelanggan Ixobox saja tapi juga para investor yang ingin bermitra dengan Ixobox. Begitupun dengan para pemilik lokasi yang menawarkan tempatnya untuk digunakan untuk membuka usaha Ixobox,” kata Danny kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Tidak heran, Ixobox yang baru saja meraih The No.1 Franchise Choice Award 2019 & The Best Franchise Award 2019 dari TRAS N CO Indonesia dan Franchiseglobal.com untuk kategori barbershop dan haircut salon di Indonesia ini, terus melebarkan sayapnya di Tanah Air.

“Ixobox dinilai Franchiseglobal.com dan TRAS N CO Indonesia sebagai usaha franchise yang memiliki pertumbuhan paling cepat, paling banyak diminati investor dan ekspansi cukup banyak di pusat-pusat perbelanjaan. Memang betul barbershop banyak, tapi yang bisa masuk mall dengan jumlah outlet dan diminati pelanggan banyak, hanya bisa dihitung dengan jari,” ujar Danny .

Danny tidak hanya 'ngecap' produknya nomor satu. Faktanya, hingga sekarang, Grup Ixobox sudah memiliki total 50 outlet, terdiri dari 40 outlet Ixobox dan 10 outlet Goonting (second brand untuk segmen anak muda).

”Tahun 2019 ini kami akan tambah 30 outlet baru di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Pekanbaru, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya di Indonesia. Jadi, hingga akhir tahun 2019, total cabang Ixobox ada sekitar 70 outlet,” jelasnya.

Pada bulan Maret dan April 2019 ini akan dibuka Cabang Ixobox Bandung Indah Plaza di Bandung, Goonting Hartono Mall di Yogyakarta, Ixobox Mall Centre Point di Medan.

Dari 50 outlet Grup Ixobox, danny menyebut bahwa sebesar 80% adalah gerai milik investor (franchisee) dan 20% milik manajemen Ixobox. “Tahun 2019 ini dari rencana buka 30 outlet itu mayoritas juga berbentuk franchise,” Danny menegaskan.

Bagi Ixobox, tipe investor waralaba yang dibidik adalah mereka yang ingin investasi, tapi enggan terjun mengelola langsung usahanya. Untuk itu, Ixobox menawarkan peluang usaha kepada para mitra usaha dengan pola ‘Kerja Sama Operasional (KSO)’, yakni mitra yang melakukan investasi dan memantau pekembangan usaha, sedangkan pihak Ixobox yang akan menjalankan usaha dan operasionalnya.

Konsep bisnis KSO yang ditawarkan Ixobox, sebagaimana diklaim Danny mengusung filosofi STARS (Simpel, Transparan, Adil, Ringkas, Selektif). ‘Simpel’ artinya, pembagian hasil antara manajemen Ixobox dengan mitra bisnis dilakukan berdasarkan nilai pendapatan (omset), bukan keuntungan (profit).

Lalu, ‘Transparan’ artinya bisnis ini dilakukan secara terbuka antara Ixobox dan investor. Investor bisa memonitor secara langsung kondisi outlet lewat kamera CCTV dan perkembangan omset secara real-time dari smartphone yang sudah di-install dengan aplikasi khusus Ixobox. Sistim monitoring ini menjadi lebih mudah dan akurat dengan diimplementasikannya teknologi kiosk machine terbaru yang berbasis cashless, di mana selain kiosk machine bisa menerima cara pembayaran secara tunai, mesin kasir canggih ini juga dapat menerima pembayaran dengan Gopay, OVO, Debit Card, Credit Card dan lain-lain.

Prinsip ‘Adil’ mengacu pada sama rata dan sama rasa. Artinya, keuntungan dan kerugian dinikmati dan ditanggung oleh kedua belah pihak. Apabila outlet tersebut belum mencapai target, bukan hanya mitra saja yang mengalami kerugian karena menanggung biaya sewa outlet, namun Ixobox sendiri juga akan mengalami kerugian karena semua biaya marketing dan operasional outlet ditanggung oleh Ixobox.

Prinsip ‘Ringkas’ berarti investor tidak perlu khusus terlibat di operasional outlet Ixobox. Investor bisa tetap bekerja sebagai eksekutif, karyawan atau menjalankan bisnis lain dan Ixobox yang menjalankan dan menjamin operasional sehari-hari. “Tidak perlu khawatir, investor bisa memonitor langsung kondisi gerai Ixobox-nya lewat smartphone di mana saja dan kapan saja,” ucapnya menegaskan.

Sementara itu, kata ‘Selektif’ artinya, setiap pembukaan outlet baru, manajemen Ixobox selalu selektif dalam pemilihan lokasi. Tujuannya, untuk mengoptimalkan keuntungan, sehingga harus mendapatkan lokasi-lokasi yang strategis.

“Bagi yang tertarik untuk join, siapkan nilai investasi sekitar Rp 400 juta. Nilai tersebut sudah termasuk semua peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis Ixobox. Mitra tinggal renovasi tempat hingga sesuai dengan standar Ixobox. Untuk keuntungannya, dilakukan melalui sistem bagi hasil,” kata Danny.

Menurut Danny, dengan berkembangnya usaha Ixobox berarti semakin banyak customer yang dilayani, semakin banyak lapangan kerja yang dibuka dan semakin banyak peluang investasi yang ditawarkan. Hal ini sejalan dengan Misi Ixobox. (is)




Kirim Komentar Anda