l Jaga Nilai Tukar | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Maret 2019
BS logo

HAMBAT REPATRIASI PROFIT UNTUK MEMPERKECIL CAD (6)

Jaga Nilai Tukar
Oleh Arnoldus Kristianus dan Devie Kania | Jumat, 15 Maret 2019 | 13:49

Chatib menilai tingginya CAD saat ini termasuk dalam tahap wajar karena Indonesia sebagai negara emerging market belum cukup punya modal untuk melakukan pembangunan, sehingga harus impor mesin dan bahan baku.

Menurut dia, kalau pemerintah hanya ingin mendorong neraca perdagangan mengalami surplus, bisa saja dilakuan dengan mendorong ekspor dari hasil sumber daya alam (SDA). Namun, jika bergantung hanya dengan SDA maka perekonomian Indonesia akan rentan dengan harga komoditas.

“Isunya bukan di CAD. Kalau kita berpikir semua harus surplus maka semua akan menjadi proteksionisme. Yang kita harus lakukan adalah bagaimana dengan CAD yang membesar stabilitas rupiah terjaga,” ucap Chatib.

Chatib mengatakan, di masa Presiden Soeharto memimpin Orde Baru kondisi CAD bisa mencapai 5% tetapi di saat yang sama rupiah tetap terjaga. Sebab, defisit bisa ditutup dengan adanya biaya dari penanaman modal asing (PMA) yang masuk untuk membangun pabrik.

“Kalau PMA masuk dia bikin pabrik, pabrik gak bisa pulang. Beda kalau portofolio. Portofolio bisa kapan saja meninggalkan negara ini,” ucap Chatib.

Ia mengatakan, untuk membiayai defisit APBN pemerintah mengeluarkan surat utang negara (SUN), sebanyak 25% dibiayai dari global bond dan 75% dibiayai dalam bentuk rupiah. Permasalahannya, 45% dari yang 75% ini termasuk non residens.

“Jadi, 60% dari surat utang dipegang oleh non residens. Kalau AS punya persoalan yang non residens pasti pulang. Ini yang menyebabkan bond market rentan bergejolak,” ujar dia.

Untuk mengatasi hal ini, ujar dia, perlu dilakukan pendalaman pasar keuangan domestik. Kalau pendalaman pasar keuangan tidak dilakukan maka gejolak terus muncul.

“Saya bilang ke pihak Kementerian Keuangan mungkin perlu dipikirkan insentif apa yang harus dilakukan agar orang menaruh investasi di portofolio lokal. Apakah di dalam reksadana diberikan kemudahan pajak atau cara lain yang membuat orang tertarik,” ucap Chatib. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/kondisi-pasar-modal/186698




Kirim Komentar Anda