l Pelaku Industri Sawit Tolak Keputusan Komisi Eropa | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Maret 2019
BS logo

TINGKATKAN KONSUMSI SAWIT DOMESTIK (2)

Pelaku Industri Sawit Tolak Keputusan Komisi Eropa
Oleh Damiana Simanjuntak dan Tri Listiyarini | Jumat, 15 Maret 2019 | 12:55

Keputusan Komisi Eropa yang dilansir pada Rabu (13/3) merupakan jawaban atas respons publik. Masyarakat UE diberi kesempatan menyampaikan opininya selama sebulan, yang berakhir 8 Maret 2019.

Dalam keputusannya, Komisi Eropa juga menyimpulkan bahwa sekitar 45% dari ekspansi perkebunan kelapa sawit sejak 2008 telah menyebabkan terjadinya kerusakan hutan, lahan basah atau lahan gambut, dan pelepasan gas rumah kaca (GRK).

Di sisi lain disebutkan bahwa penggunaan bahan baku biofuel yang lebih berbahaya akan ditutup secara bertahap pada 2019 hingga 2023 dan dikurangi menjadi nol pada 2030. Pemerintah UE dan Parlemen Eropa masih memiliki waktu dua bulan untuk memutuskan apakah akan menerima keputusan Komisi Eropa tersebut atau akan memvetonya.

Sekjen Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Bambang Aria Wisena menjelaskan, pelaku industri sawit nasional tetap pada sikapnya menolak keputusan Komisi Eropa. Alasannya, metodologi penelitian yang digunakan Komisi Eropa tidak fair karena cenderung memberatkan komoditas sawit.

“Ini memang baru akan diterapkan 2030, tapi tetap harus ada antisipasi, di antaranya dengan meningkatkan konsumsi domestik, baik untuk food maupun nonfood. Untuk nonfood, tentu dengan menggenjot penggunaan sawit bagi biofuel, sekarang sudah B20 (campuran 20%) dan segera B30 (campuran 30%). Bahkan untuk B100 memungkinkan karena sudah ada teknologinya, terutama untuk power plant. Kita sudah well prepared, Malaysia juga,” kata Bambang di Jakarta, Kamis (14/3). (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/peluang-ri-ciptakan-pasar-sawit-di-dalam-negeri-sangat-besar/186692




Kirim Komentar Anda