l Pembangunan Pabrik Emas Renuka Coalindo Masuki Tahap Akhir | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

Pembangunan Pabrik Emas Renuka Coalindo Masuki Tahap Akhir
Minggu, 14 April 2019 | 13:18

JAKARTA – PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) memastikan telah memasuki fase terakhir pembangunan pabrik pengolahan emas berkapasitas 500 ton per hari. Progress pengerjaan Ciemas Gold Project tersebut sudah mencapai 80%.

Corporate Secretary Renuka Coalindo Mohammad Noor Syahriel mengatakan, pembangunan fasilitas-fasilitas pengolahan utama di Ciemas Gold Project telah rampung, sehingga tersisia pembangunan fasilitas infrastruktur pendukung.

“Progress pembangunan sudah mencapai 80% dan diharapkan segera commercial operation pada semester II tahun ini,” jelasnya kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (12/4).

Sedangkan pengoperasian penuh Ciemas Gold Project ditargetkan akhir tahun 2019. Kapasitas produksinya bakal mencapai 500 ton per hari dan bakal ditingkatkan menjadi 1.500 ton per hari pada 2022. “Fasilitas pengolahan ini akan menjadi kunci dalam strategi pertumbuhan perseroan ke depan,” terangnya.

Sebelumnya, Wilton Resources Holding Pte Ltd telah resmi menjadi pemegang mayoritas atau sebanyak 15,06 miliar saham Renuka Coalindo. Wilton menjadi pengendali perseroan dengan kepemilikan sebesar 96,95%.

Wilton masuk menjadi pemegang saham utama Renuka setelah menjadi pembeli siaga hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue). Wilton menjadi pembeli siaga dengan harga pelaksanaan Rp 250 atau senai Rp 3,76 triliun. Aksi akuisisi tersebut upaya Wilton untuk memperluas usahanya di Indonesia.

Nantinya usai akuisisi, kegiatan usaha utama perseroan akan meliputi investasi, perdagangan besar, perdagangan ekspor. dan pertambangan di Indonesia.

Direktur Renuka Coalindo Irwan Darmawan sebelumnya mengatakan, dalam rights issue tersebut ada dua skenario. Pertama, Wilton Resources menyerap saham baru Renuka Coalindo sebanyak 15.064.000.000 unit saham. Sedangkan sisa saham lainnya diharapkan diserap pemegang saham publik.

Dengan demikian, komposisi kepemilikan saham di Renuka Coalindo menjadi Wilton Resources 78,74%, Renuka Energy Resources Holdings 1,26%, dan publik 20%.

Kedua, dengan menjadi pembeli siaga atas 15.064.000.000 unit saham, Wilton Resources juga berpotensi menambah serapan saham baru sebanyak 40.000.000 unit saham yang merupakan bagian dari saham publik. Hal ini membuat perusahaan asal Singapura tersebut menjadi pemegang sebanyak 98,04% Renuka Coalindo, Renuka Energy Resources Holdings 1,56%, dan kepemilikan publik menyusut menjadi 0,39%.

Irwan menambahkan, Renuka Coalindo akan mendapat tambah modal Rp 3,76 triliun dari Wilton Resources dengan skema non-tunai (inbreng) kepemilikan saham PT Wilton Investment, yang menjalankan bisnis tambang emas di Ciemas Gold Project. Skema inbreng saham Wilton Investment yang mengelola tambang Ciemas Gold Project sudah mendapat izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (c01)




Kirim Komentar Anda