l PJT II Kembangkan Biogas dan Pupuk Organik | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

KONSERVASI CITARUM,

PJT II Kembangkan Biogas dan Pupuk Organik
Jumat, 22 Maret 2019 | 16:09

Direktur Utama PJT II, U. Saefudin Noer menyerahkan pupuk organik kepada Kementerian PUPR pada acara Pencanangan Hari Air Dunia XXVII Tahun 2019 di Lapangan Utama Kampus  PUPR, Jumat (22/3). Direktur Utama PJT II, U. Saefudin Noer menyerahkan pupuk organik kepada Kementerian PUPR pada acara Pencanangan Hari Air Dunia XXVII Tahun 2019 di Lapangan Utama Kampus PUPR, Jumat (22/3).

JAKARTA - Untuk mengatasi pencemaran kotoran ternak di Sungai Cisangkuy yang merupakan anak Sungai Citarum, Perum Jasa Tirta (PJT) II bekerjasama dengan Rumah Energi membangun 35 unit reaktor biogas di Kampung Padamukti, Pangalengan, Jawa Barat, bagi para peternak sapi di wilayah Citarum Hulu.

Salah satu hasil dari kegiatan konservasi Energi Baru Terbarukan (EBT) Biogas PJT II berupa pupuk diserahkan kepada Kementerian PUPR pada acara Pencanangan Hari Air Dunia XXVII Tahun 2019 di Lapangan Utama Kampus PUPR, Jumat (22/3).

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PJT II, U. Saefudin Noer menyerahkan 1095 karung pupuk organik dengan berat 10 kg per karungnya untuk digunakan bagi upaya konservasi lingkungan dan penanggulangan erosi oleh 34 Balai Besar Wilayah Sungai, 10 perusahaan, 10 tokoh masyarakat, dan 15 sekolah.

Pada kegiatan konservasi EBT Biogas PJT II, ada sekitar 325 ekor sapi dari 8.000-an ekor sapi yang sudah mendapat program alih limbah, yaitu dari membuang limbah kotoran sapi ke sungai dialihkan menjadi biogas melalui aplikasi biogas untuk pengelolaan limbah.

Selain untuk mengurangi pencemaran sungai Citarum, program alih limbah ini juga didorong untuk dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi para peternak. Peternak mendapatkan manfaat dan keuntungan dari keberadaan biogas untuk akses energi yang digunakan sebagai bahan bakar masak dan penerangan.

Tidak hanya itu, para pengguna biogas juga didorong untuk dapat memanfaatkan ampas biogas sebagai pupuk organik yang dapat digunakan sendiri untuk pertanian atau menjadi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui bio-slurry (ampas biogas), pencemaran limbah kotoran hewan berkurang sebesar 81 % untuk penggunaan serapan biogas (30%), pupuk organik (32%), dan budidaya cacing (19%).

Perum Jasa Tirta II terus berkomitmen untuk mendukung Pemerintah dalam program Citarum Harum, yang dilakukan baik di Citarum Hulu maupun Hilir, diantaranya penataan Keramba Jaring Apung, Penataan Sungai Mati dan Perikanan Tangkap Berbasis Budidaya (Culture Based Fisheries).

Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, PJT II akan terus berupaya memelihara keberlangsungan aliran Sungai Citarum sebagai sumber utama 3 Waduk Bertingkay yaitu Waduk Saguling, Waduk Cirata, Waduk Jatiluhur, baik dari aspek kuantitas maupun kualitasnya. Hal tersebut dilakukan agar sumber daya air dapat terjaga dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. (gor)




Kirim Komentar Anda