l Presiden Apresiasi Pembebasan Siti Aisyah | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

Presiden Apresiasi Pembebasan Siti Aisyah
Rabu, 13 Maret 2019 | 8:35

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasi atas pembebasan terhadap Siti Aisyah dari hukuman berat di Malaysia.

Alhamdulillah kita patut bersyukur bahwa Siti Aisyah sudah dapat terbebas dari ancaman hukuman yang sangat berat,” kata Presiden dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (12/3).

Siti Aisyah, WNI yang disangka sebagai pembunuh kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jongnam, tiba di Indonesia pada Senin (11/3).

Siti telah bertemu dengan Presiden pada pukul 14:20 WIB selama sekitar 20 menit. Presiden juga memberi selamat kepada Siti karena telah dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.

Pada kesempatan itu, Presiden meminta warga Negara Indonesia yang terbebas dari hukuman di Malaysia, Siti Aisyah, untuk tinggal di rumah.

“Tadi saya menyampaikan agar Siti sementara di rumah terlebih dahulu sampai nantinya agak tenang dan bisa merencanakan kehidupan yang baik,” kata Presiden dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa terkait dengan pesan khususnya kepada Siti.

Kepala Negara menjelaskan proses kepulangan Siti merupakan pendampingan hokum dari pemerintah yang berkesinambungan.

“Ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya dan kemarin secara resmi pemerintah diwakili oleh Menteri Luar Negeri telah menyerahkan Siti Aisyah kepada keluarganya,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara itu, Jaksa Agung RI HM Prasetyo menyebut pembebasan TKI asal Banten Siti Aisyah dari jerat hukum di Malaysia merupakan kerja bersama semua pihak terkait.

“Berkenaaan dengan masalah proses hukum perkara Siti Aisyah di Malaysia kalau pun sekarang ini dibebaskan oleh peradilan Malaysia dengan dicabutnya tuntutan dari jaksa Malaysia adalah merupakan kerja bersama,” tutur HM Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/3).

Ia mengatakan, selama proses persidangan berlangsung, secara intensif Kejaksaan Agung RI diminta oleh Kementerian Luar Negeri untuk mendampingi dan mengasistensi pengacara Malaysia yang menjadi penasihat hukum Siti Aisyah selama persidangan.

Beberapa kali Prasetyo pun sempat membicarakan kasus Siti Aisyah secara khusus dengan Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas.

Selain itu, HM Prasetyo juga juga berbicara dan mendiskusikan secara khusus dengan Ketua Civil Court Malaysia saat bertemu di Singapura. “Syukur alhamdulillah saat ini hasilnya sangat mengembirakan karena Siti Aisyah terbebas dari jerat hukum dengan ancaman hukuman berat di Malaysia” tutur HM Prasetyo.

Anggota DPR RI Komisi III Asrul Sani mengatakan, langkah pemerintah melakukan silent diplomacy pilihan yang tepat, sebab diplomasi dilakukan saat kasus Siti Aisah sedang berproses di pengadilan. (b1/ant)




Kirim Komentar Anda