l Sektor Manufaktur Raih Kinerja Positif di Kuartal I-2019 | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

Sektor Manufaktur Raih Kinerja Positif di Kuartal I-2019
Minggu, 14 April 2019 | 22:29

JAKARTA – Sektor manufaktur menunjukkan kinerja positif pada kuartal I-2019. Hal ini terlihat dari nilai Prompt Manufacturing Index (PMI) yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI). PMI manufaktur Indonesia pada kuartal I-2019 berada di angka 52,65%, lebih tinggi dari kuartal IV- 2018 sebesar 52,58%.

“Angka tersebut menunjukkan sektor industri manufaktur berada pada level ekspansif. Kondisi ini juga sejalan dengan pertumbuhan kegiatan usaha di sektor manufaktur pada kuartal I-2019,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (12/4).

Menurut publikasi survei PMI-BI, peningkatan usaha sektor manufaktur pada kuartal I-2019 diindikasikan dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kegiatan usaha industry manufaktur sebesar 1,00% atau lebih tinggi dibandingkan kuartal IV-2018 yang sebanyak 0,32%.

“Oleh karena itu, Kemenperin terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya untuk semakin mendorong sektor industri manufaktur agar lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, serta dapat mendukung stabilitas sosial dan pengembangan sektor swasta yang dinamis,” papar dia.

Airlangga melanjutkan, peningkatan kinerja industri manufaktur sepanjang kuartal I-2019, juga didorong oleh ekspansi pada sebagian besar komponen indeks pembentuk PMI, terutama indeks volume pesanan, indeks volume produksi dan indeks persediaan barang jadi. Indikator volume pesanan pada kuartal I-2019 tercatat mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 54,04%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menyampaikan, peningkatan kinerja industri manufaktur terutama didorong oleh meningkatnya permintaan domestik dan kenaikan volume pesanan yang sejalan dengan persiapan Ramadan dan Idul Fitri 2019.

“Berdasarkan subsektor, ekspansi kinerja industri manufaktur terutama terjadi pada subsektor industri kertas dan barang cetakan, industri makanan, minuman dan tembakau,” ungkap dia.

Dia melanjutkan, tingginya permintaan dan volume produksi juga mendorong peningkatan persediaan barang jadi. Indikator persediaan barang jadi periode kuartal I-2019 berada pada fase ekspansi dengan indeks sebesar 53,29%.

“Peningkatan aktivitas produksi sektor industri manufaktur terindikasi berdampak pada penggunaan tenaga kerja yang meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya,” tutur Onny.

Sementara itu, indeks jumlah tenaga kerja pada kuartal I-2019 tercatat berada pada level ekspansi sebesar 51,22%. Angka tersebut naik dibandingkan kuartal IV-2018 yang berada di level kontraksi dengan indeks sebesar 48,92%. (leo)




Kirim Komentar Anda