l Dirut PJT II Ajak Milenial Bersihkan Air Waduk Jatiluhur | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

LAUNCHING HYDROGEN,

Dirut PJT II Ajak Milenial Bersihkan Air Waduk Jatiluhur
Oleh L Gora Kunjana | Rabu, 10 April 2019 | 13:20

HydroGen Milenial PJT II membersihkan perairan Waduk Jatiluhur dari eceng gondok dan sampah di perairan Waduk Jatiluhur. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana HydroGen Milenial PJT II membersihkan perairan Waduk Jatiluhur dari eceng gondok dan sampah di perairan Waduk Jatiluhur. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

JATILUHUR - Untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekaligus launching generasi milenial Perum Jasa Tirta (PJT) II yang menamakan dirinya HydroGen, Direktur Utama PJT II, U. Saefudin Noer mengajak HydroGen Milenial PJT II membersihkan perairan Waduk Jatiluhur dari eceng gondok dan sampah di perairan Waduk Jatiluhur.

“Generasi milenial kita ajak untuk peduli terhadap kelestarian sumber daya air, salah satunya dengan membersihkan perairan Waduk Jatiluhur yang saat ini dipenuhi eceng gondok,” ujar U. Saefudin Noer pada kegiatan Gerakan Bersihkan Air dan Menjaga Kesinambungan Sumber Daya Air Merayakan Hari Air Dunia ke 27 dan HUT Kementerian BUMN ke 21 di area Pelabuhan Biru, Waduk Jatiluhur, Rabu (10/4/2019).

Setengah dari sekitar 1000 karyawan PJT II merupakan generasi milenial dengan tahun kelahiran 1980-2000 karena itu perannya sangat dibutuhkan untuk kemajuan dan inovasi perusahaan.

“Melalui ide-ide kaum muda yang fresh dan kreatif kita harapkan hydrogen milenials bisa menarik perhatian masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dengan sosialisasi melalui media sosial,”ungkap U. Saefudin Noer.

Senada dengan harapan tersebut, Kapten HydroGen , Khairani Nazmi mengatakan Hydrogen siap turun dan ikut serta membantu berkembangnya perusahaan. “Karyawan muda PJT II yang fresh, energik dan penuh ide siap memberikan manfaat untuk kemajuan perusahaan,” ujar Khairani Nazmi.

Waduk Jatiluhur sebagai waduk terbesar di Indonesia memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat seperti irigasi, plta, air baku, air minum dan lain-lain sehingga perlu dipelihara dan dijaga agar dapat terus dinikmati masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari Air Dunia ke 27 Leaving No One Behind, agar semua manusia berhak mendapatkan akses air.

U. Saefudin Noer menambahkan, kebersihan Waduk Jatiluhur yang menyuplai 80 persen air baku untuk warga DKI Jakarta dan mengairi 340. 000 irigasi menjadi suatu keharusan. Keberadaan eceng gondok yang memenuhi sebagian permukaan Waduk Jatiluhur merusak keindahan dan kebersihan serta mengganggu operasional pengelolaan waduk. Tanaman gulma tersebut dapat masuk ke dalam turbin dan bangkainya menambah sedimentasi waduk.

“Mari kita bersama-sama dengan pikiran jernih dan hati bersih menjaga dan melestarikan perairan Waduk Jatiluhur dan sumber-sumber air lainnya agar terus menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,”ujar U. Saefudin Noer. (*)




Kirim Komentar Anda