l Tol Palembang-Bengkulu Masuki Tahap Penetapan Lokasi | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

Tol Palembang-Bengkulu Masuki Tahap Penetapan Lokasi
Senin, 15 April 2019 | 22:17

PALEMBANG – Pembangunan Jalan Tol Palembang-Bengkulu sepanjang 329,3 kilometer (km), yang menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu, segera memasuki tahap penetapan lokasi. Dengan begitu, proses pembebasan lahan diharapkan dapat dilakukan mulai 2019.

Manajer Pembangunan Ruas Tol Palembang-Bengkulu PT Hutama Karya Hasan Turcahyo mengatakan, penetapan lokasi ini dapat dilakukan, karena telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas Indralaya-Muara Enim dan Muara Enim-Lubuk Linggau di Muara Enim pada 9 April 2019.

“Penetapan lokasi ini secepatnya akan dilakukan,” kata dia di Palembang, akhir pekan lalu.

Pembebasan lahan ditargetkan sudah dilakukan pada 2019 untuk ketiga ruasnya, yakni ruas Simpang Indralaya-Muara Enim pada Mei 2019, ruas Muara Enim-Lubuk Linggau pada Juni 2019, dan ruas Lubuk Linggau- Curup-Bengkulu pada Juni 2019.

Sementara untuk pekerjaan konstruksi ditargetkan dimulai 2020, yakni ruas Simpang Indralaya-Muara Enim pada Juli 2019-Desember 2022, ruas Muara Enim-Lubuk Linggau pada Oktober 2020-Desember 2023, dan ruas Lubuk Linggau- Curup-Bengkulu pada Juli 2019-Desember 2022.

Total nilai investasi pembangunan tiga ruas jalan tol diperkirakan mencapai Rp 85,51 triliun. Investasi itu bersumber dari penyertaan modal Negara dan pinjaman perbankan. Turcahyo mengatakan, secara konstruksi, pembangunan jalan tol ini cukup menantang atau sama halnya dengan pembangunan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) karena sebagian besar lahan merupakan lahan rawa.

Untuk itu, PT Hutama Karya (Persero) tetap menggunakan teknologi vacuum consolidation method. “Itu karena struktur tanah di daerah Simpang Indralaya- Muara Enim berupa rawa,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan, cepat lambatnya pembangunan jalan tol ini tergantung dari proses pembebasan lahan dan dukungan dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Karena itu, baik pemerintah pusat, badan usaha jalan tol, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan satu tim untuk menyelesaikan pembangunan tol ini.

“Ini semua tergantung daerahnya. Jadi, mohon bantuannya pemerintah daerah dan dukungan masyarakat. Meski ini proyek PSN, tetapi dampaknya untuk mendukung perkembangan wilayah dan masyarakat itu sendiri, bukan pemerintah pusat. Jadi, kerja samanya pusat dukung daerah, bukan terbalik,” papar dia. (ean)




Kirim Komentar Anda