l IMF: Utang Bertambah, Ekonomi Kian Rentan | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

IMF: Utang Bertambah, Ekonomi Kian Rentan
Kamis, 11 April 2019 | 16:38

WASHINGTON – Kenaikan tingkat utang korporasi dan pemerintah disertai lonjakan kredit yang lebih berisiko dapat menyebabkan perekonomian global lebih rentan bilamana terjadi lagi kemerosotan parah. Dana Moneter Internasional atau IMF mengingatkan hal ini pada Rabu (10/4), dalam laporan enam bulanan Laporan Stabilitas Finansial Global.

“Walaupun kekhawatiran-kekhawatiran yang ada belum sampai menimbulkan bahaya, para pemerintah dihadapkan pada tantangantantangan untuk menyelaraskan pengetatan pengawasan terhadap sektor keuangan, pada saat perekonomian global melambat,” tutur Tobias Adrian, kepala Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF.

IMF dalam laporannya di Washington, AS menyebutkan, kerentanan- kerentanan meningkat di negara-negara maju maupun pasar berkembang.

“Negara-negara ini membutuhkan bauran kebijakan yang tepat untuk mempertahankan pertumbuhan sambil menjaga kerentanan-kerentanan itu agar tetap terkendali,” tambah Adrian.

Di AS, tambah dia, rasio utang korporasi terhadap produk domestik bruto (PDB) sudah mencapai rekor tertinggi. Sedangkan di beberapa negara Eropa, perbankannya kepenuhan pemilikan obligasi pemerintah.

Menurut IMF, stok obligasi berperingkat lebih rendah – BBBnaik empat kali lipat sejak laporan sebelumnya pada Oktober 2018. Sedangkan jumlah utang yang lebih berisiko atau berperingkat spekulatif naik dua kali lipat.

“Sementara di Tiongkok, otoritasnya dihadapkan pada kesulitan untuk menyelaraskan dukungan terhadap pertumbuhan jangka pendek, mengatasi dampak gejolakgejolak eksternal, dan mengendalikan leverage melalui pengetatan regulasi,” kata IMF.

Kreditor internasional ini juga mengingatkan, para investor dapat lari jika perlambatan ekonomi jauh lebih besar dibandingkan perkiraan. Juga jika bank-bank sentral seperti The Fed memutuskan untuk menaikkan lagi suku bunga. Atau jika ketegangan-ketegangan perdagangan berkobar lagi. Atau pun jika Brexit terjadi tanpa kesepakatan dan menjatuhkan ekonomi Inggris ke dalam resesi serta menyeret ekonomi Eropa yang pertumbuhannya sudah melambat.

IMF mendesak seluruh negara mengambil langkah-langkah proaktif. Termasuk membatasi jumlah kredit berisiko, menaikan giro wajib minimum, dan mengurangi utang pemerintah di zona euro. Sementara Tiongkok diminta terus memberantas shadow banking.(afp/sn)




Kirim Komentar Anda