Mencuri Raden Saleh Dibajak, Visinema Pictures Laporkan 7 Situs

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah produksi Visinema Pictures melaporkan kasus pembajakan film Mencuri Raden Saleh yang dilakukan oleh beberapa situs ke Polda Metro Jaya.

Muhammad Aris Marasabessy, kuasa hukum Visinema Pictures, mengatakan, pembajakan ini dilakukan dengan cara merekam film Mencuri Raden Saleh yang sedang ditayangkan di bioskop.

Baca Juga: Sinopsis Mencuri Raden Saleh: Aksi Tegang Pencurian Lukisan

"Film ini kan tayang 25 Agustus 2022, kebetulan kita baru dapet informasinya per tanggal 7 September. Ada 7 website yang kami laporkan," ucap Aris, di Mapolda Metro Jaya, Kamis, (22/9/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran mengenai apakah masih ada situs lain yang juga menayangkan film bajakan tersebut.

"Pelaku semuanya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," kata Aris kepada para awak media.

Baca Juga: Film Mencuri Raden Saleh Dipuji Sejumlah Artis dan Sineas

Sementara itu, akibat adanya pembajakan film ini, pihak Visinema Pictures sebagai rumah produksi film mendapatkan kerugian materiel, namun belum merinci nominalnya.

"Pastinya banyak, ya, kerugian materielnya, cuma secara nominal, kami perlu konfirmasi lagi," jelas  Aris.

Ia terus berharap pihak kepolisian dapat menegakkan hukum, terutama terkait pembajakan film yang memang masih marak, bahkan tak hanya untuk film Mencuri Raden Saleh saja, namun juga banyak film lainnya.

Baca Juga: Roadshow Mencuri Raden Saleh, Iqbaal Bertemu Penggemar Beratnya

"Kalau dari Visinema, mereka ingin penegakan hukum. Bahkan, orangnya kalau bisa ditahan," tuturnya.

Adapun pasal yang dipersangkakan dalam laporan tersebut, yakni Pasal 9 Jo Pasal 113 Undang-Undang Republik Indonesia No.28 tentang Hak Cipta dan atau Pasal 32 Jo Pasal 48 Undang-Undang Republik Indonesia no.19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Republik Indonesia No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).