l BUMN Tambang Didorong Ambil 20% Saham Vale Indonesia | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 19 Maret 2019
BS logo

BUMN Tambang Didorong Ambil 20% Saham Vale Indonesia
Rabu, 13 Februari 2019 | 7:51

JAKARTA − Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong anggota Holding BUMN Tambang, salah satunya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), untuk mengakuisisi sebagian saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Adapun tahun ini, pemegang saham Vale Indonesia berniat melakukan divestasi 20% saham.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyatakan, pihaknya berharap perusahaan di Holding BUMN Tambang atau di bawah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dapat berpartisipasi untuk menyerap saham Vale Indonesia.

Meski demikian, dia belum menginformasikan persentase saham yang didorong untuk diambil alih. ”Bisa perusahaan dari Grup Inalum, misalnya Antam maupun perusahaan yang lain (di holding tersebut),” kata Fajar di Jakarta, Selasa (12/2).

Dia mengakui, sejauh ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Soalnya kalau sudah mulai (tahap divestasi 20%), kami melalui Grup Inalum atau Holding BUMN Tambang akan ikut,” tegas dia.

Adapun rencana divestasi 20% saham Vale Indonesia oleh pemegang sahamnya kepada perusahaan atau peser ta dari Indonesia merupakan bagian komitmen yang dipersyaratkan dalam amendemen kontrak karya pada 2014. Sesuai perjanjian, 40% saham Vale Indonesia harus dimiliki oleh peserta Indonesia.

Meski demikian, sejauh ini, baru 20% saham Vale Indonesia yang dimiliki oleh publik. Sedangkan sisanya 20% berikutnya ditargetkan terealisasi pada 2019 atau lima tahun setelah penandatanganan amendemen kontrak karya Vale dan Pemerintah Indonesia pada 2014.

Sebelumnya, Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter pernah menyatakan, secara grup pihaknya berkomitmen untuk mengurangi kembali 20% saham sesuai dengan dengan ketentuan pemerintah yang berlaku. Tenggat waktu realisasi hal tersebut jatuh pada Oktober 2019.

“Sesuai aturan saham tersebut akan ditawarkan kepada pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, badan usaha milik daerah (BUMD), ataupun swasta, atau bisa melalui mekanisme melepas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI),” papar dia.

Lebih lanjut dia juga menyampaikan, pengurangan saham 20% di Vale Indonesia, indikasinya akan dilakukan proporsional antara induknya, yakni Grup Vale dan Grup Sumitomo. Menilik struktur kepemilikan saham perseroan, Vale Canada Limited menggenggam 58,73% saham dan Vale Japan Limited 0,55%. Sementara itu, Sumitomo Metal Mining Co Ltd memiliki 20,09% saham, Sumitomo Corporation 0,14%, dan publik 20,49%.

Vale Indonesia mematok target produksi nikel matte sebanyak 74-76 ribu ton tahun ini. Proyeksi volume tersebut hampir sama dengan realisasi tahun lalu dengan perkiraan sebanyak 75 ribu ton.

Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan, volume produksi sebesar 76 ribu ton tersebut merupakan capaian maksimal yang dapat dikerja perseroan tahun ini, seiring adanya pembaruan salah satu fasilitas produksinya. (dka)




Kirim Komentar Anda