Indonesia Kekurangan Tenaga Ahli Programmer

Jakarta, Beritasatu.com - Ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga programmer yang memenuhi kualifikasi industri membuat Nextgen, salah satu perusahaan alih daya tenaga ahli teknologi informasi (TI) profesional di tanah air, membuka kursus programming dengan metode baru. Kursus ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan secara online.

CEO Nextgen, Mirfan Brainer, mengatakan, metode baru kursus programming yang digagas pihaknya, diyakini bisa mencetak programmer sesuai kualifikasi industri dengan lebih cepat dan pasti.

"Metode baru ini akan menghapus gap pengetahuan dan pengalaman yang selama ini banyak membuat programmer pemula gagap bahkan gagal ketika masuk dunia kerja," kata Mirfan Brainer dalam keterangan tertulisnya kepada Beritasatu.com, Senin (26/10/2020).

Baca Juga: Kebutuhan SDM Teknologi Informasi Masih Besar

Menurut Mirfan, ketimpangan antara supply and demand tenaga programmer siap pakai selalu jadi masalah yang dihadapi selama belasan tahun, mempersiapkan dan menyalurkan tenaga TI profesional.

"Banyak perusahaan yang mencari mereka namun rata-rata tidak siap ketika mulai bekerja dan harus langsung memberi kontribusi maksimal. Akibatnya mereka dianggap gagal memenuhi kualifikasi dan inilah masalah yang akan diselesaikan oleh metode baru di kursus programming Nextgen,” paparnya.

Mirfan menjelaskan, metode belajar kursus programming Nextgen akan fokus pada wawasan industri dan ketangkasan eksekusi sehingga para peserta bisa langsung memberi kontribusi maksimal saat masuk dunia kerja.

"Peserta akan langsung dilatih mengerjakan tugas coding untuk mini project, sampai proyek berskala industri yang semuanya akan diperiksa otomatis oleh sebuah aplikasi khusus Nextgen untuk kebutuhan ini. Jadi tak cuma teori atau praktek normatif,” jelasnya.

Baca Juga: Bulir Padi dan Matahati Kenalkan Anak Marjinal Ilmu Coding

Mirfan menegaskan, bootcamp internal Nextgen yang telah berlangsung tahunan berkontribusi besar dalam mematangkan metode baru ini hingga terbukti sangat efektif. Rata-rata lulusan bootcamp internal Nextgen terbukti langsung berperan penting di berbagai skala proyek perusahaan rekanan.

"Tak heran, karena mereka memang sudah dikondisikan untuk itu dan kami akan membuat semua peserta kursus programming Nextgen juga demikian,” tegasnya.

Tersedia cukup banyak bahasa pemrograman yang dapat dipelajari di kursus Nextgen, di antaranya kursus HTML, Javascript, JQuery dan Java yang kesemuanya fokus kepada pengerjaan tugas-tugas coding. Nextgen juga menyediakan kursus khusus untuk belajar framework bahasa pemrograman, seperti Java Spring dan Hibernate.

Kemudian, tersedia juga kursus pengembangan perangkat lunak, yaitu aplikasi point of sale (POS) yang terbilang cukup komplet karena peserta harus menyelesaikan tugas mengembangkan crud master data, login, security, transaksi sampai reporting.

Baca Juga: BNN Dilengkapi Teknologi Informasi yang Canggih

Menyinggung soal durasi kursus, Mirfan menjelaskan, tak ada batas waktu tertentu. Durasi akan kursus akan sangat tergantung dari kemampuan peserta dalam menyelesaikan semua tugas.

"Jika peserta diasumsikan mendedikasikan waktu lima jam sehari untuk mengerjakan tugas, mestinya bisa selesai dalam waktu dua tiga minggu. Ada yang berhasil begitu tapi ada juga yang lebih lama, bahkan sampai dua bulan,” kata Mirfan.

Saat peserta telah menuntaskan kursus, kata Mirfan, Nextgen akan memberi sertifikat kelulusan. "Peserta juga berhak mencantumkan proyek kursus sebagai pengalaman proyek dalam resume pribadinya," pungkasnya.