Melihat Jomplangnya Harta Lukas Enembe dengan Setoran Rp 560 M ke Kasino

 

Jakarta, Beritasatu.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sempat mengungkapkan soal adanya temuan terkait dugaan aliran uang dari Gubernur Papua Lukas Enembe ke kasino senilai Rp 560 miliar. Temuan tersebut jomplang dengan harta kekayaan Lukas yakni sekitar Rp 33,7 miliar.

Nominal Rp 33,7 miliar tersebut diketahui berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan Lukas ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dilihat Beritasatu.com, Kamis (22/9/2022), Lukas terakhir menyampaikan LHKPN pada 31 Maret 2022 untuk periode 2021.

Baca Juga: Profil Lukas Enembe, Bapak Pembangunan Olahraga Papua yang Jadi Tersangka KPK

Tercatat, Lukas memiliki enam aset tanah dan bangunan yang semuanya berada di Jayapura. Total nilai seluruh aset tersebut yakni Rp 13.604.441.000.

Selain itu, dia juga memiliki mobil Toyota Fortuner tahun 2007, Honda Jazz tahun 2007, Toyota Land Cruiser tahun 2010, serta Toyota Camry tahun 2010 senilai Rp 85.536.000. Bila dijumlahkan, total nilainya Rp 932.489.600.

Dia tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp 17.985.213.707 serta surat berharga Rp 1.262.252.563. Dia juga diketahui tidak memiliki utang. Bila seluruhnya dikalkulasikan, total harta kekayaan Lukas sebesar Rp 33.784.396.870.

Sementara itu, PPATK menemukan adanya dugaan transaksi Sin$ 55 juta atau sekitar Rp 560 miliar yang terkait dengan Lukas ke kasino. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan, pihaknya telah menelusuri keuangan Lukas sejak 2017 lalu. Dari tahun 2017 sampai saat ini, PPATK sudah menyampaikan 12 hasil analisis ke KPK terkait kasus Lukas yang dia sebut memiliki banyak variasi dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar.

"Salah satu hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai Sin$ 55 juta atau Rp 560 miliar itu setoran tunai dilakukan dalam periode tertentu," ujar Ivan saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9/2022).

Baca Juga: Pendukung Lukas Enembe Diingatkan soal Risiko Hukum Halangi Penyidikan

Bahkan Ivan mengungkapkan, dalam satu periode waktu ada setoran tunai dengan nilai fantastis mencapai Sin$ 5 juta. PPATK juga menemukan adanya pembelian jam tangan senilai Rp 550 juta oleh Lukas.

"PPATK juga mendapatkan informasi bekerja sama dengan negara lain dan ada aktivitas perjudian di dua negara yang berbeda, dan itu juga sudah PPATK analisis dan sudah PPATK sampaikan kepada KPK," tutur Ivan.

PPATK turut membekukan transaksi sejumlah pihak pada 11 penyedia jasa keuangan. Para pihak tersebut diduga memiliki kaitan dengan kasus Lukas. Total nilai transaksi pada rekening yang dibekukan senilai Rp 71 miliar.

Terkini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe Senin (26/9/2022). Surat pemanggilan terhadap Lukas sudah dikirim tim penyidik dan yang bersangkutan bakal diperiksa sebagai tersangka.

"Kami berharap tersangka dan PH (penasihat hukum)-nya kooperatif hadir karena ini merupakan kesempatan untuk dapat menjelaskan langsung di hadapan tim penyidik KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Sebelumnya, KPK membenarkan Gubernur Papua Lukas Enembe berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Dia menjadi tersangka berdasarkan aduan dari masyarakat.

Baca Juga: Diperiksa Pekan Depan, KPK Minta Lukas Enembe Kooperatif

Dia mengikuti jejak dua kepala daerah di Papua yang ikut tersandung kasus hukum di KPK yakni Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dan Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak.

“Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat Papua khususnya bahwa terkait penetapan tersangka RHP (Ricky Ham Pagawak) dan juga Gubernur LE (Lukas Enembe) ini untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan juga berbagai informasi yang diterima oleh KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/9/2022).