Lukas Enembe Sempat Hendak Diperiksa Polisi soal Korupsi Beasiswa

Jakarta, Beritasatu.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Beberapa tahun lalu, Lukas juga sempat hendak diperiksa penyidik kepolisian soal dugaan korupsi terkait anggaran beasiswa.

Lukas memenuhi panggilan penyidik Direaktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri pada Senin (4/9/2017). Dia menjalani pemeriksaan setelah sebelumnya dua kali tidak memenuhi panggilan, yakni pada Selasa (22/8/2017) serta Kamis (31/8/2017).

“Gubernur Papua sudah hadir dan sedang ditangani penyidik,” kata Wakil Direktur Tipikor Kombes Pol Erwanto Kurniadi saat dikonfirmasi ketika itu.

Baca Juga: Kehadiran Lukas Enembe di KPK Pernah Diwarnai Kericuhan

Lukas dipanggil polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan anggaran pendidikan berupa beasiswa untuk mahasiswa Papua pada 2016. Penyelidikan kasus itu dimulai sejak 16 Agustus 2017 berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor Sprin.Lidik/73/VIII/2017/Tipidkor.

Terkini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe Senin (26/9/2022). Surat pemanggilan terhadap Lukas sudah dikirim tim penyidik dan yang bersangkutan bakal diperiksa sebagai tersangka.

“Kami berharap tersangka dan PH (penasihat hukum)-nya kooperatif hadir karena ini merupakan kesempatan untuk dapat menjelaskan langsung di hadapan tim penyidik KPK,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Baca Juga: Lukas Enembe Diminta Bersikap Gentleman Hadapi KPK

Sebelumnya, KPK membenarkan Gubernur Papua Lukas Enembe berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Dia menjadi tersangka berdasarkan aduan dari masyarakat. Dia mengikuti jejak dua kepala daerah di Papua yang ikut tersandung kasus hukum di KPK yakni Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dan Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak.

“Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat Papua khususnya bahwa terkait penetapan tersangka RHP (Ricky Ham Pagawak) dan juga Gubernur LE (Lukas Enembe) ini untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan juga berbagai informasi yang diterima oleh KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/9/2022).