ISESS: Kasus Ferdy Sambo Momentum Benahi Internal Polri

 

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyebut kasus mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjadi momentum perbaikan internal Polri terutama dari sisi etik. Terlebih lagi, sebagai seorang atasan, Ferdy Sambo melakukan rekayasa dan menghalangi penyidikan dianggap sebagai pelanggaran berat dalam etika profesi Kepolisian.

“Melakukan rekayasa dan menghalangi penyidikan merupakan pelanggaran berat dalam etika profesi kepolisian,” kata Khairul Fahmi saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Proses Pemecatan Irjen Ferdy Sambo Tunggu Keppres Turun

Menurutnya, hal-hal yang dilakukan Ferdy Sambo seperti itu, tidak bisa ditolerir. “Apapun kasusnya, hal-hal seperti itu tidak boleh ada, tidak boleh ditolerir, bahkan apapun motifnya,” tegasnya.

Dia menambahkan, berangkat dari kasus Sambo, kemudian berkembang persepsi publik bahwa aparat kepolisian, selain piawai dalam hal pengungkapan kejahatan, ternyata juga memiliki kemampuan untuk melakukan rekayasa dan menghalangi pengungkapan.

Baca Juga: Polri Sebut Tidak Ada Seremonial Pemecatan Ferdy Sambo

Agar kejadian ini tak terulang kembali di kemudian hari, ISESS berharap kasus Ferdy Sambo menjadi momentum benahi internal Kepolisian.