Sebut KPK Lakukan Kriminalisasi, Kuasa Hukum Lukas Enembe Dikecam

Jakarta, Beritasatu.com - Pernyataan kuasa hukum Lukas Enembe yang menyatakan bahwa KPK telah melakukan kriminalisasi terhadap kliennya dikecam praktisi hukum Harpa Law Firm Heriyanto. Heriyanto membantah pernyataan Stephanus Roy Rening bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan kriminalisasi terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Kita perlu melihat penetapan tersangka Lukas Enembe oleh KPK sebagai persoalan penegakan hukum murni bukan persoalan politik. Hal ini juga sudah ditegaskan oleh Menkopolhukam Mahfud MD, ditegaskan oleh KPK, dan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa proses penyelidikan sampai dengan penyidikan dan penetapan tersangka sudah dilakukan bukan hanya menjelang tahun politik, tetapi sudah dilakukan sejak tahun 2017,” ujar Heriyanto melalui keterangan pers, Kamis (22/9/2022).

Menurut Heriyanto , KPK dan PPATK telah menganalisis dan melakukan kajian terhadap terhadap traksaksi keuangan yang mencurigakan terkat dengan Lukas Enembe.

Baca Juga: Lukas Enembe Sempat Hendak Diperiksa Polisi soal Korupsi Beasiswa

Heriyanto mengingatkan agar kuasa hukum Lukas Enembe untuk memberikan pernyataan berdasarkan fakta hukum dan peristiwa hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Stephanus Roy Rening, Anda tidak perlu berkoar-koar bahwa penetapan Lukas Enembe itu adalah karena kepentingan politik, siapa saja yang Anda kaitkan, karena kita tahu selama ini di tanah Papua terjadi tindak pidana korupsi, namun terjadi pembiaran,” sentilnya.

“Saya perlu mengingatkan kepada Bapak Stephanus Roy Rening, Anda ini adalah kuasa hukum bukan kuasa politik, sebagai kuasa hukum Anda bertindak berdasarkan surat kuasa yang diberikan, anda bertindak sebagai pro justitia, Anda tidak bertindak berkoar-koar kemana-mana, itu bukan porsi anda sebagai pengacara Lukas Enembe,” tambahnya.

Heriyanto juga mengapresiasi langkah dari Presiden Jokowi yang secara tegas memerintahkan agar seluruh aparat penegak hukum melakukan pemberantaasan korupsi secara konsekuen.

Baca Juga: Lukas Enembe Diminta Bersikap Gentleman Hadapi KPK

Masih kata Heriyanto, sebagai pengacara dan kuasa hukum dari Lukas Enembe, Stephanus Roy Rening harus bisa membuktikan dipengadilan bahwa jika kliennya tersebut tidak bersalah bisa melalui langkah hukum praperadilan ke pengadilan, tetapi jika tidak bisa membuktikan tidak bersalah, maka tidak perlu berkoar-koar dan mengaitkan dengan kepentingan politik atau pejabat tertentu seperti yang sebelumnya pernah diungkapkan.

“Saya mengingatkan kepada Stephanus Roy Rening, bahwa Anda yang lakukan itu adalah bentuk prokasi bentuk intimidasi kepada masyarakat Papua, dan secara tidak langsung anda telah membenturkan antar kelompok di antara masyarakat, dan perlu Anda ketahui, apa yang Anda lakukan itu, pada akhirmya akan menimbulkan konflik horizontal,” tegasnya.

Menurut Heriyanto, kalau ada satu nyawa masyarakat Papua melayang karena ucapan Stephanus Roy Rening karena menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab. Hal ini mengingat dari setiap orang yang mengeluarkan pernyataan berupa fitnah, hoax, dan pernyataan intimidasi harus dipertangggung jawabkan.

Baca Juga: Lukas Enembe Tersangka, Massa Warga Papua Gelar Demo di KPK