l Presiden Jokowi Apresiasi Keberhasilan Hendra/Ahsan | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Maret 2019
BS logo

Presiden Jokowi Apresiasi Keberhasilan Hendra/Ahsan
Selasa, 12 Maret 2019 | 17:00

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi keberhasila Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjuarai All England 2019. Jokowi memberikan ucapan selamat kepada ganda putra senior Indonesia tersebut.

Dalam partai final All England di Birmingham Arena, Minggu (10/3), Hendra/Ahsan mengalahkan pasangan muda Malaysia, Aaron Chia, Soh Wooi Yik, dengan skor 11-21, 21-14, 21-12. Hendra/Ahsan sekaligus mengulang sukses mereka pada 2014.

Jokowi memberikan ucapan selamat melalui akun Instagram miliknya.

“Selamat pagi. Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan merebut gelar juara ganda putra bulutangkis All England 2019 di Birmingham, Inggris, semalam. Mereka sempat tertinggal pada game pertama, tapi semangat dan optimisme menjadi juara membuat The Daddies bangkit merebut dua game berikutnya. Dari Tanah Air, saya dan seluruh rakyat menyampaikan selamat!,” tulis Jokowi.

Kemenangan Hendra/Ahsan meneruskan tradisi ganda putra yang rajin menyumbang gelar dalam All England. Pada dua edisi sebelumnya, ganda putra juga menyumbangkan titel melalui pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Legenda Bulutangkis Dunia

Gelar All England ini menjadi yang kedua bagi Hendra/Ahsan. Lima tahun lalu, atau tepatnya pada 2014, keduanya juga membawa pulang trofi bergengsi ini ke Tanah Air.

Penampilan Hendra/Ahsan dalam final All England membuat takjub sejumlah pebulutangkis dunia. Salah satunya adalah ganda putra asal Tiongkok, Han Chengkai.

“Alasan mengapa legenda menjadi legenda. Karena mereka selalu dapat melakukan sesuatu yang mengagumkan! Semangat salut. Selamat atas kemenangannya,” tulis Han Chengkai memuji Hendra/Ahsan dalam akun Instagram pribadinya.

Chris Adcock, pebulutangkis berdarah Inggris yang bermain di sektor ganda campuran, juga memberikan sepatah dua patah kata patah terkait kemenangan Hendra/Ahsan. Dia takjub dengan prestasi ganda senior Indonesia itu.

“Sungguh tidak percaya bahwa orang-orang ini baru saja melakukannya! Selamat. Saya juga cukup senang Ahsan tidak bermain ganda campuran,” kata Adcock, sembari menyelipkan candaan.

Sementara itu, pebulutangkis Denmark, Mathias Christiansen secara singkat menyebut Hendra/Ahsan sebagai legenda bulu tangkis dunia. “Legenda,” tulis dia dalam unggahan Instagram Story.

Keberhasilan ini membuktikan Hendra/Ahsan belum habis. Meskipun, usia mereka sudah tidak tergolong muda. Hendra sendiri berusia 34 tahun, sementara Ahsan 31 tahun.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Susy Susanti menuturkan, prestasi keduanya harus dijadikan contoh oleh para pemain muda.

“Saya mengatakan kepada adik-adik mereka semua, itu panutan, dari disiplinnya, perilakunya, sikapnya, pada saat di lapangan, di latihan, benar-benar mencerminkan seorang juara,” kata Susy seperti dilansir situs resmi PBSI.

Susy menilai, kemenangan Hendra/Ahsan dalam All England 2019 tidak diraih dengan mudah. Keduanya harus menaklukkan pasangan Malaysia yang sudah menang dalam game pertama.

Menurut Susy, pengalaman menjadi kunci kesuksesan Hendra/Ahsan meraih gelar juara All England 2019 di nomor ganda putra.

“Pasangan Malaysia mungkin over confidence karena sudah memenangi game pertama, sudah di atas angin. Tapi dengan pengalaman dan ketenangannya Hendra/Ahsan, itu yang membuat mereka menang,” kata Susy.

Lebih lanjut, Susy juga memuji dukungan suporter Indonesia yang datang langsung ke Arena. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini menilai, dukungan suporter Indonesia sangat membantu para pemain. (ant/b1)

Daftar Juara All England 2019

1. Kento Momota (Jepang, tunggal putra)

2. Chen Yufei (Tiongkok, tunggal putri)

3. Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan (Indonesia, ganda putra)

4. Chen Qingchen/Jia Yifan (Tiongkok, ganda putri)

5. Zheng Siwei/Huang Yaqiong (Tiongkok, ganda campuran)




Kirim Komentar Anda


Data tidak tersedia.