l Kreatif Meningkatkan Minat Baca Siswa | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

Kreatif Meningkatkan Minat Baca Siswa
Jumat, 12 April 2019 | 8:49

Salut dengan beberapa sekolah di daerah yang giat meningkatkan minat baca siswanya. Sebuah Sekolah Dasar di Tenggarong, Kalimantan Timur diwartakan memulai program peningkatan minat baca dengan membekali para guru sejumlah metode dan teknik, cara dan trik, agar siswa suka membaca.

Dan, berhasil. Siswa-siswi sekolah tersebut kian gemar membaca, bahkan sampai kekurangan buku bacaan baru yang tersedia di perpustakaan sekolah. Sedangkan penambahan buku terbentur pendanaan yang terbatas.

Di sekolah lain tetapi masih di Tenggarong, ada yang yang memiliki Hari Membaca atau reading day setiap minggu. Mereka bekerja sama dengan penerbit buku yang membawakan buku-buku buat siswa.

Pada hari membaca itu, disediakan waktu satu jam bagi siswa untuk membaca dan kemudian menceritakan isi bacaannya. Bagi yang berani bercerita di depan teman-temannya dikasih hadiah buku lagi oleh penerbit. Trik itu ternyata membat anak-anak jadi tambah semangat membaca.

Selain itu, di sekolah itu juga membentuk paguyuban kelas yang anggotanya guru dan para orang tua siswa. Karena ini sudah zaman now, paguyuban dijalankan lewat grup percakapan di aplikasi Whatsapps. Sekolah mengimbau para orang tua menyumbang buku. Saat buku diserahkan, ada seremoni kecil dan difoto. Foto di-share ke grup, selain sebagai laporan, juga sebagai inspirasi bagi yang lain.

Minat baca siswa memang mesti dibangkitkan. Sebab, merujuk beberapa hasil survei yang kami baca, minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Apa penyebabnya?

Sebelum menjawabnya, sebagai gambaran lebih dahulu, bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi begitu cepat dan mewabah, sehingga memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah. Tapi, benarkah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi itu merata di seluruh pelosok negeri? Jangan-jangan, hal yang sama juga terjadi pada minat baca masyakarat. Pendek kata, apakah kondisi geografis Indonesia juga menjadi kendala sehingga terjadi keterlambatan bahan bacaan sampai di masyarakat?

Jadi, jangan-jangan persoalannya bukan semata minat baca, tetapi justru bahan bacaannya yang tidak ada. Oleh karena itu, sudah selayaknya pemerintah benar-benar meningkatkan pemerataan bahan bacaan ke berbagai pelosok Tanah Air. Terutama ke daerah-daerah perbatasan, daerah terluar dan pelosok yang sulit terjangkau akses transformasi.

Perbaiki pula masalah transportasi yang sering menjadi kendala lambatnya pengiriman bahan bacaan ke masyarakat. Dengan demikian, akses masyarakat mendapatkan ilmu pengetahuan sebagai bagian upaya mencerdaskan anak bangsa bisa terwujud.

Membangun manusia seutuhnya bukan hanya membangun fisik, tetapi membangun peradaban yang melalui kerja keras, kreativitas, dan inovasi tanpa henti, yang tentu perlu ditopang kegemaran membaca.

Adil Syaifuddin

Depok




Kirim Komentar Anda