l Tangani Secepatnya Penghambat Normalisasi Sungai | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

Tangani Secepatnya Penghambat Normalisasi Sungai
Selasa, 9 April 2019 | 8:18

Proyek normalisasi Sungai Juwana, di Kabupaten Pati, Jawa Tengah sedang dilaksanakan. Kegiatan pengerukan sedimentasi Sungai Juwana dengan anggaran Rp 40 miliar bakal dikerjakan mulai dari bawah jembatan Jalan Pantura ke arah muara.

Namun sayang, calon lokasi pengerukan sedimentasi sungai di sepanjang 5 kilometer itu kini masih terdapat lebih ratusan kapal parker serta 61 unit kapal yang mangkrak.

Kami khawatir, proyek normalisasi Sungai Juwana berpotensi terhambat akibat adanya kapal-kapal yang mangkrak di aliran Sungai Juwana. Kami menduga kapal-kapal itu sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya.

Berdasarkan hasil pendataan kami di lapangan pekan ini, untuk sementara yang terlihat terdapat 61 unit kapal yang mangkrak. Ke-61 unit kapal yang mangkrak tersebut beraneka ukuran, mulai dari 35 gross ton hingga 200 GT.

Sebagian di antaranya merupakan kapal yang terbakar pada beberapa waktu lalu. Karena kapal tersebut ditinggal begitu saja oleh pemiliknya, tentunya berpotensi menghambat proyek normalisasi.

Apabila dibiarkan dan menjadi bagian tanggung jawab kontraktor yang memenangkan tender pengerukan, kami khwatir dana proyek normalisasi sebesar Rp 40 miliar berpeluang tidak akan berhasil merealisasikan pengerukan sepanjang 5 kilometer.

Kami juga menduga, selain kapal mangkrak yang masih terlihat, banyak pula kapal yang sudah tenggelam.

Oleh karena itu, kami berharap semua pihak peduli dan terlibat dalam penataan Sungai Juwana. Jika hanya mengandalkan pemerintah, jangan berharap penataan Sungai Juwana bisa berjalan dengan baik.

Selain mengakibatkan pendangkalan sungai dan berpotensi menghambat proyek normalisasi, kapal-kapal yang mangkrak tersebut juga mengganggu perjalanan nelayan tradisional.

Terkadang nelayan tradisional hampir tidak bisa melaut, terutama saat banyak kapal nelayan yang parkir di Sungai Juwana.

Munandirin, Pengurus Jampisawan Pati




Kirim Komentar Anda