l Istana Tua Peninggalan Kejayaan Kesultanan Sumbawa | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Maret 2019
BS logo

BENDUNGAN MILA, DESTINASI WISATA BARU SUMBAWA NTB (2)

Istana Tua Peninggalan Kejayaan Kesultanan Sumbawa
Oleh Imam Mudzakir | Minggu, 10 Maret 2019 | 14:57

Wisata Bendungan Mila. Foto: Investor Daily/ST Wisata Bendungan Mila. Foto: Investor Daily/ST

Selain menikmati keindahan alam di Bendungan Mila, wisatawan juga bisa berwisata sejarah dengan mengunjungi Istana Tua Dalam Loka Peninggalan Kejayaan Kesultanan Sumbawa. Istana Tua Dalam Loka yang masih berdiri kokoh di tengah Kota Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat ini merupakan saksi sejarah yang memperlihatkan kejayaan Kesultanan Sumbawa pada zamannya.

Dibangun pada tahun 1885, pembangunan bangunan yang berarti istana tua ini diprakarsai Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III yang menjadi Sultan ke-16 dari Dinasti Dewa Dalam Bawa.

Bangunan yang berbentuk rumah panggung dengan luas bangunan 904 meter persegi, Istana Dalam Loka terlihat masish sangat megah. Istana yang dibangun dengan bahan kayu tersebut rupanya memiliki filosofi “adat berenti ko syara, syara barenti ko kitabullah”, yang berarti semua aturan adat istiadat maupun nilainilai dalam sendi kehidupan atau Samawa (masyarakat Sumbawa) harus bersemangatkan pada syariat Islam.

Bangunan utama bala rea yang dibangun dengan kayu jati merupakan pengganti kediaman raja yang dulu pernah terbakar saat terjadi letusan bubuk mesiu kerajaan. Dibangun dengan system baji, bangunan ini memiliki tingkat kelenturan yang tinggi apabila terjadi gempa bumi.

Pemilihan selatan sebagai arah hadap rumah pun memiliki makna tersendiri. Berdasar hukum arah mata angin, selatan dipercaya dapat memberikan suasana sejuk, tenteram, damai, dan nyaman. Tidak hanya itu, selatan pun bermakna menatap pada masa lalu yang bila diartikan pemimpin harus memiliki kebijaksanaan dan kearifan dalam menyikapi masa lalu yang bisa dibawa ke masa kini.

Pada awalnya, Istana Dalam Loka berfungsi sebagai kediaman raja. Fungsi itu berubah sejak dibangunnya istana baru pada tahun 1932. Kini, Dalam Loka berfungsi menjadi cagar budaya yang mengingatkan jika dahulu pernah berdiri Kesultanan Sumbawa yang pernah berjaya. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/akomodasi-hotel-sekitar-sumbawa/186413




Kirim Komentar Anda