l Kuliner Beri Pendapatan Terbesar Bagi Industri Kreatif | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 19 Maret 2019
BS logo

Kuliner Beri Pendapatan Terbesar Bagi Industri Kreatif
Rabu, 21 November 2012 | 14:14

Pekerja menyelesaikan pembuatan makanan kecil bakpia di Industri Bakpia Djava, Sleman, Yogyakarta.  Foto ilustrasi: Investor Daily/ ANTARA/Sigid Kurniawan/ss/Spt/12 Pekerja menyelesaikan pembuatan makanan kecil bakpia di Industri Bakpia Djava, Sleman, Yogyakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/ ANTARA/Sigid Kurniawan/ss/Spt/12

JAKARTA-Subsektor kuliner menyumbangkan pendapatan terbesar bagi industri kreatif di Indonesia atau sekitar 32,2% dari total kontribusi industri kreatif terhadap PDB pada 2011 atau sekitar Rp169,62 triliun.

"Sekarang kuliner yang sumbangannya terbesar bagi industri kreatif, baru kemudian diikuti oleh subsektor fesyen dan kerajinan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu, dalam jumpa pers ketika Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 di Epiwalk Kuningan, Jakarta.

Ia mengatakan, sebelum kuliner masuk sebagai subsektor ke-15 dalam bidang industri kreatif, subsektor fesyen dan kerajinan menempati posisi tertinggi sebagai kontributor pendapatan terbesar.

Fesyen sendiri pada 2011, tercatat memberikan kontribusi 28,1 persen dari total PDB industri kreatif yang mencapai Rp526 triliun atau sebesar Rp147,60 triliun.

Sedangkan subsektor kerajinan menempati posisi ketiga terbesar setelah kuliner dan fesyen yaitu menyumbangkan Rp79,40 triliun atau sekitar 15,1 persen dari total kontribusi industri kreatif terhadap PDB.

"Kami menyadari pentingnya langkah dukungan bagi pelaku industri kuliner," ujarnya.

Subsektor tersebut, kata Mari, telah dijadikan satu dari lima subsektor yang akan digarap secara serius di Indonesia mengingat potensinya yang masih sangat besar.

Meski begitu, pihaknya akan tetap mendukung pengembangan subsektor industri kreatif yang lain.

"Subsektor dengan potensi tinggi akan terus didukung, subsektor potensi tinggi yang tercermin dari pertumbuhan PDB adalah periklanan, arsitektur, dan teknologi informasi," paparnya.

Pihaknya mencatat subsektor periklanan mengalami pertumbuhan 10,38 persen, arsitektur 8,55 persen, dan teknologi informasi 8,13 persen.

PDB nominal ekonomi kreatif terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dimana pada 2010 sebesar Rp472,8 triliun dengan serapan 11,49 juta tenaga kerja, meningkat pada 2011 menjadi Rp526 triliun dengan serapan 11,51 juta tenaga kerja.

Angka itu ditargetkan terdongkrak pada tahun ini menjadi Rp573,4 triliun dengan serapan 11,57 tenaga kerja. (ant/hrb)



Kirim Komentar Anda