l Kandang yang Bersih Menghasilkan Telur Berkualitas | Investor Daily
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 April 2019
BS logo

KUSWIYOTO, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero)

Kandang yang Bersih Menghasilkan Telur Berkualitas
Selasa, 2 April 2019 | 0:10

Bekerja keras saja ternyata belum cukup untuk meraih kesuksesan. Ada satu unsur yang tak boleh dilupakan dalam mengejar kesuksesan, yakni bergaul secara positif.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto bahkan memasukkan unsur pergaulan positif dalam daftar teratas ‘kamus sukses’-nya.

Eksekutif kelahiran 24 Januari 1965 ini berpegang pada pepatah Tiongkok bahwa burung hong akan berkawan dengan burung hong (spesies burung dalam mitologi Tionghoa). Burung gagak akan berkawan dengan burung gagak.

“Artinya, kalau kita berteman dengan orang baik maka kita akan menjadi orang baik. Begitu pula sebaliknya,” kata Kuswiyoto kepada wartawati Investor Daily Novy Lumanauw di Jakarta, baru-baru ini.

Dengan bergaul secara positif pula, pria yang menakhodai Pegadaian sejak 4 Januari 2019 itu bisa belajar bagaimana membuang sifat egois, memupuk cinta kasih, dan memelihara kesetiakawanan. Bagi Kuswiyoto, egoisme dan cinta tidak sama dengan memiliki.

“Jadi, kalau benar-benar mencintai seseorang, kita tentu hanya ingin melihat orang itu bahagia, tanpa harus memilikinya,” tutur Kuswiyoto yang selama tiga dekade lebih berkarier di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kuswiyoto menerapkan nilainilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat ia bekerja. “Saya mencintai perusahaan tempat saya bekerja. Saya ingin perusahaan tempat saya bekerja itu maju secara gilanggemilang,” tegas dia.

Tak mengherankan jika Kuswiyoto selalu total dalam bekerja. “Kalau sudah bekerja, saya akan all out mencintai perusahaan saya. Intinya, saya tidak boleh banyak menuntut. Kalau saya banyak menuntut, berarti tidak mencintai lagi, itu egois,” papar dia.

Dalam memimpin Pegadaian, Kuswiyoto menerapkan filosofi peternak ayam petelur. Prinsipnya, seorang peternak ayam harus menyediakan kandang yang bersih, sejuk, tenang, dan bagus agar ternaknya tenang serta produktif menghasilkan telur berkualitas.

“Peternak juga harus memberikan makanan bergizi dan vitamin, sehingga ayamnya sehat dan tidak berkeliaran seperti ayam liar,” ujar dia.

Apa mimpi Kuswiyoto untuk Pegadaian? Akan dibawa ke mana perusahaan pelat merah itu? Seperti apa transformasi bisnis Pegadaian yang pada 1 April 2019 ini genap berusia 118 tahun? Berikut petikan lengkapnya:

Sejak 4 Januari 2019, Anda memimpin Pegadaian yang harus bersaing dengan sekitar 90 usaha gadai swasta. Strategi Anda untuk memenangi persaingan?

Selama satu abad lebih, Pegadaian memonopoli bisnis gadai di Indonesia. Saat ini, Pegadaian harus bersaing dengan banyak gadai swasta, baik yang online maupun konvensional. Pegadaian akan terus membuat terobosan produk dan layanan agar semakin inovatif, sehingga mampu memberikan nilai tambah tinggi terhadap perekonomian nasional. Untuk itu, tentu saja Pegadaian harus menjadi pemimpin pasar di Tanah Air.

Saya berkerwajiban membawa ‘kapal’ Pegadaian ini tetap eksis, tumbuh, dan berkembang di tengah badai persaingan produk sejenis di bisnis gadai dan produkproduk substitusi. Sebagai pegawai badan usaha milik negara (BUMN), ditempatkan di mana pun sama saja. Tugas negara bagi saya adalah amanah. Ini tantangan yang harus dihadapi dan harus dicarikan solusinya.

Kondisi saat ini tentunya jauh berbeda dari sebelumnya, di mana Pegadaian masih memonopoli bisnis gadai dan produk substisusi. Saat ini, kinerja Pegadaian terus menunjukkan kemajuan signifikan. Apalagi sekarang makin banyak inovasi yang diciptakan, seiring berlangsungnya proses transformasi di Pegadaian. Namun, Pegadaian hingga di usia 118 tahun masih menunjukkan kinerja terbaiknya, yaitu kontribusinya bagi bangsa ini semakin besar. Pada 2018, Pegadaian menyetorkan pajak Rp 1,44 triliun dan dividen Rp 1 triliun lebih.

Transformasi seperti apa yang sedang dilakukan Pegadaian?

Transformasi yang sedang kami lakukan adalah meningkatkan sektor bisnis. Kami juga terus bekerja keras untuk meningkatkan kinerja dan budaya perusahaan. Saya yakin, melalui transformasi yang terus-menerus dikembangkan, Pegadaian akan mampu menjawab berbagai depan.

Saya kira, fondasi transformasi yang tertuang dalam Corporate Plan Pegadaian 2019-2023 sudah tepat dan akan kami lanjutkan, meskipun terbuka kemungkinan dilakukan penyesuaian terkait inisiatif strategi baru ke depan.

Di mana tantangan terbesarnya?

Tantangan terbesar justru pada eksekusi strateginya. Daniel F Prosser, wirausaha yang juga chief executive officer (CEO) terkenal berpendapat bahwa hanya 13% perusahaan yang berhasil mengeksekusi strateginya, sisanya sebanyak 87% gagal. Menghadapi tantangan ini, tentu diperlukan pemahaman yang sama dan kesiapan yang matang untuk mengeksekusi seluruh inisiatif strategi perusahaan.

Konkretnya seperti apa?

Manajemen telah mengidentifikasi sejumlah tantangan saat ini dan mendatang. Bahkan, sebelum saya bergabung dengan Pegadaian, kondisi ini sudah terlihat. Apalagi di tempat saya bekerja sebelumnya, yaitu Bank BRI yang merupakan salah satu kreditur Pegadaian, kami dituntut untuk memperhatikan risiko para debitur.

Insya Allah, saya bersama jajaran manajemen dan segenap karyawan Pegadaian akan mewujudkan harapan bahwa Pegadaian yang pada 1 April 2019 ini berusia 118 tahun, bakal terus maju dan berkembang.

Indikator target Anda?

Bagi saya, sasaran utamanya bukan hanya peningkatkan kinerja perusahaan, tapi juga kesejahteraan karyawan. Kami bertekad mengubah perseroan menjadi lebih modern dan kekinian, dengan beragam produk serta layanan berbasis digital, sesuai kebutuhan target pasar yang menyasar usia produktif dan milenial.

Keunggulan kompetitif dan komparatif Pegadaian?

Kami masih unggul lebih jauh dari para pesaing, terutama dari sisi jaringan distribusi. Kami memiliki 4.221 gerai dan 7.104 agen, juga memberikan manfaat ekonomi lebih luas kepada masyarakat. Kini Pegadaian memiliki infrastruktur sistem teknologi informasi (TI) dan beragam produk serta layanan yang mudah, cepat, dan nyaman.

Selain itu, Pegadaian adalah perusahaan milik negara (BUMN). Ini memberikan nilai tambah trust bagi masyarakat. Pada era revolusi industri 4.0 saat ini, Pegadaian mampu melayani lebih cepat. Kami punya jargon 15 menit bisa mencairkan pinjaman dan tanpa harus datang ke gerai. Sistem TI kami yang online dan realtime makin mempermudah proses sinergi dengan pihak ketiga dalam pengembangan bisnis.

Layanan Pegadaian adalah pinjaman berbasis gadai dan fidusia dengan skema konvensional dan syariah. Juga bisa dikembangkan untuk pembiayaan kendaraan bermotor, ibadah haji dan umroh, termasuk pembiayaan dengan jaminan sertifikat tanah.

Dampak disrupsi teknologi terhadap kinerja Pegadaian?

Transformasi yang dilakukan Pegadaian saat ini mendorong pertumbuhan keuangan yang lebih baik. Kinerja keuangan kami terus menunjukkan performa yang sehat. Hasil audit tahun 2018 menunjukkan, Pegadaian dalam kondisi sehat, kategori AAA .

Obligasi kami mendapat rating triple A dari PT Pefindo. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menunjukkan, return on asset (RoA) Pegadaian mencapai 5,2%, lebih tinggi dari rata-rata industri multifinance yang sebesar 4,5%. Debt to equity ratio (DER) kami mencapai 1,6 kali, masih di bawah batas maksimal 10 kali, sehingga ke depan masih berpotensi di-leverage untuk menyalurkan bisnis yang lebih agresif.

Total aset kami mencapai Rp 52,8 triliun, tumbuh 8,4% secara year on year (yoy), didorong pertumbuhan outstanding loan sebesar 10,8% menjadi Rp 40,8 triliun. Komponen terbesarnya aset perusahaan, yaitu 77%. Laba bersih Pegadaian tahun lalu juga tumbuh 10,4% dari 2017 menjadi Rp 2,8 triliun. Tahun ini, kami menargetkan laba bersih di atas Rp 3 triliun.

Prospek bisnis gadai ke depan kira-kira seperti apa?

Bisnis gadai masih memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang, karena masih ada segmen yang belum digarap secara optimal, yaitu segmen menengah ke atas, khususnya para pelaku bisnis.

Pegadaian masih bisa tumbuh melalui perluasan segmen dan sinergi dengan instansi lain, misalnya memanfaatkan jaringan atau distribution channel melalui agen, seperti kerja sama dengan perbankan anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) yang mencapai 400.000 agen dan aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS).

Ada upaya melakukan new corporate image?

Pegadaian sedang terus mendekatkan diri dengan target pasarnya di segmen produktif dan milenial, melalui The Gade Coffee and Gold. The Gade menjadi new corporate image. Kini makin banyak milenial dan kelas menengah atas yang tak segan lagi datang ke gerai Pegadaian.

Melalui The Gade Coffee and Gold yang sudah mencapai 32 gerai di berbagai kota, kesan Pegadaian sebagai ‘tempatnya orang kepepet’ makin terkikis. Itu karena kami menyediakan kafe yang bisa dipakai kerja seperti coworking, juga bisa menikmati layanan produk Pegadaian.

Produk apa lagi yang akan diluncurkan Pegadaian?

Arah perusahaan pada 2019 ini adalah Becoming Digital Financial Company sesuai tema Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) seiring transformasi yang sedang kami lakukan. Potensi pertumbuhan produk-produk non-gadai akan ditingkatkan, didukung penguatan manajemen risiko yang memadai dan sistem teknologi yang terupdate sesuai kebutuhan. Kami targetkan pada 2023 komposisi gadai 60% dan non-gadai 40%. Saat ini 80% masih jasa gadai.

Selain jasa gadai, secara bertahap kami melakukan diferensiasi produk bisnis yang akan menjadi keunggulan dan karakteristik, sehingga dapat memperkuat positioning kami dalam persaingan bisnis jasa keuangan.

Beberapa produk berbasis digital yang akan diluncurkan dalam waktu dekat antara lain Gadai on Demand (pick up & delivery) hasil kerja sama dengan ojek online untuk nasabah yang tidak sempat datang ke Pegadaian.

Produk lainnya yaitu Gadai Efek (saham), Gold Card (titipan emas), serta G-Cash semacam virtual account. Sebelumnya kami mengeluarkan produk jual beli emas melalui online marketplace, bekerja sama dengan Tokopedia.

Arahnya lebih ke digital financial company?

Betul. Untuk menuju ke sana, kami telah menyiapkan beberapa strategi, salah satunya penguatan kapabilitas internal, dari mulai sumber daya manusia (SDM), budaya, sistem TI, hingga proses pemasaran. Selain itu, kami melakukan branch transformation dengan menciptakan proses bisnis baru, bisnis model baru, dan sales model baru.

Strategi lainnya adalah digital lending dengan menyukseskan inklusi keuangan melalui perluasan distribution channel dan inovasi produk digital lending. Kami mencanangkan 2019 sebagai tahun dimulainya era baru The Gade.

Nilai-nilai yang Anda tanamkan kepada karyawan?

Dalam memimpin Pegadaian, saya menerapkan filosofi peternak ayam. Seorang peternak ayam harus menyediakan kandang yang bersih, sejuk, tenang, dan bagus agar ternaknya tenang dan produktif menghasilkan telur berkualitas. Peternak juga memberikan makanan bergizi dan vitamin, sehingga ayamnya tidak berkeliaran seperti ayam liar. Filosofi ini saya terapkan di Pegadaian, khususnya dalam pengelolaan SDM.

Saya terus berusaha menyediakan suasana kerja kondusif, menyiapkan sarana dan prasarana, serta infrastrukturnya, sehingga para karyawan dapat bekerja secara baik dan optimal.

Kalau mereka nyaman bekerja, pasti kinerjanya berkualitas. Saya juga meningkatkan kompetensi SDM melalui berbagai pendidikan, pelatihan, dan mentoring agar jenjang karier mereka terus berkembang.

Tapi, kalau ada SDM yang tidak dapat lagi disembuhkan dari ‘penyakitnya’, walau telah diberi berbagai obat dan vitamin, maka dengan terpaksa harus dikeluarkankan agar perusahaan terhindar dari ‘penyakit’ tersebut.

Apa filosofi hidup Anda?

Saya selalu berpegang pada pepatah Tiongkok yang menyatakan burung hong akan berkawan dengan burung hong (biasa juga disebut burung feng huan, spesies burung dalam mitologi Tionghoa). Burung gagak akan berkawan dengan burung gagak. Artinya, kalau kita berteman dengan orang baik maka kita akan menjadi orang baik.

Seorang alim ulama akan berkawan dengan alim ulama, maling kawannya juga pasti maling. Anak nakal akan berteman dengan anak nakal, orang pintar pun pasti bermain dengan orang pintar. Pelajaran berharga ini saya peroleh dari komik Kho Ping Hoo.

Sejak kelas II SD, saya sudah membaca komik Kho Ping Hoo. Filosofi ini saya terapkan dalam kehidupan saya, baik dalam keluarga maupun di perusahaan. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari komik Kho Ping Hoo. Dalam hal pergaulan, saya juga belajar bagaimana membuang sifat egois, memupuk cinta kasih, dan memelihara kesetiakawanan.

Di mana relevansinya?

Egoisme dan cinta kasih sebenarnya tidak sama dengan memiliki. Jadi, kalau mencintai seseorang, kita tentu hanya ingin melihat orang itu berbahagia, tanpa harus memilikinya. Nilai-nilai ini saya terapkan pula di tempat kerja. Saya mencintai perusahaan tempat saya bekerja.

Saya ingin perusahaan tempat saya bekerja itu maju dan meraih sukses yang gilang-gemilang. Kalau sudah bekerja, saya akan all out mencintai perusahaan saya. Saya selalu berupaya menikmati dan mensyukuri setiap tugas yang dipercayakan kepada saya. Apa pun jenis pekerjaannya, siapa pun atasannya, saya tetap bekerja maksimal.

Jadi, intinya saya tidak boleh banyak menuntut. Kalau saya banyak menuntut berarti tidak mencintai lagi, itu egois. Buang sifat egois, cintai pekerjaan, perusahaan, dan keluarga.

Yang pasti, saya bangga kepada Pegadaian. Ke mana pun melangkah, saya selalu mempromosikan Pegadaian. Saya selalu tekankan kepada seluruh jajaran manajemen dan staf bahwa kami harus bangga bekerja di Pegadaian. Bila tidak bangga, lebih baik keluar saja, sebab hanya akan menjadi beban bagi semua, termasuk bagi diri sendiri.

Baca juga https://id.beritasatu.com/home/jadi-anggota-kopassus/18718




Kirim Komentar Anda